Jakarta, JIA XIANG - Karnaval dalam rangkaian Happy Chinese New Year 2026 digelar di Sekretariat ASEAN di Jakarta pada Kamis (5/2/2026) lalu.
Acara ini menandai kali pertama kegiatan budaya Imlek China diselenggarakan di kantor pusat ASEAN.
Untuk diketahui, Festival Musim Semi China dimasukkan ke dalam Daftar Mahakarya Warisan Budaya Lisan dan Takbenda Manusia oleh UNESCO, pada 2024.
Seiring dengan semakin dalamnya proses globalisasi, Festival Musim Semi tidak hanya menjadi momen reuni bagi komunitas Tionghoa, tetapi juga menjadi penghubung baru bagi dialog antarperadaban.
Karnaval, yang disaksikan para tamu dari berbagai negara itu, bertajuk "Menyambut Musim Semi dengan Kuda Perkasa, Keberkahan bagi ASEAN".
Melalui karnaval itu, para tamu menikmati nuansa Tahun Baru Imlek, yang dalam penanggalan lunar China di tahun 2026 merupakan perayaan Tahun Kuda Api.
Keindahan seni pertunjukan China yakni tarian tradisional China, opera Cai Diao, serta pertunjukan musik dengan alat musik seperti erhu dan suona mendapat sambutan hangat.
Tak hanya itu, alat musik etnik Guangxi, maguhu dan bole, dipadukan dengan alat musik khas Indonesia, gamelan, saat musisi China dan Indonesia bersama-sama membawakan lagu klasik seperti "Jasmine Flower" dan "Mountain Songs Are Like the Spring River".
Pada hari yang sama, pameran budaya Imlek China dan pasar budaya Tahun Baru Imlek juga digelar di Kantor Pusat ASEAN.
Para tamu merasakan secara imersif etiket jamuan "Teh untuk Dunia", membuat cetakan kaligrafi dan tinta, menikmati seni gunting kertas, serta mencicipi hidangan khas Tahun Baru Imlek.
Selain itu, mereka juga menjajal perangkat terjemahan pintar dan mengenakan kacamata realitas tertambah (augmented reality/AR), merasakan komunikasi tanpa hambatan secara imersif, sekaligus menelusuri legenda ribuan tahun lukisan bebatuan Huashan Zuojiang.
Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn, mengatakan bahwa seiring waktu, Imlek telah berkembang menjadi perayaan global.
Di kawasan ASEAN, banyak negara anggota merayakan Imlek, yang mencerminkan ikatan emosional lintas perbatasan yang mendalam.
ASEAN akan terus berkomitmen membangun komunitas yang bangga dengan identitasnya sendiri, secara aktif memikul tanggung jawab untuk melindungi, mewariskan, dan menciptakan seni budaya, serta mendorong pengembangan industri kreatif budaya.
Duta Besar Republik Rakyat China untuk ASEAN, Wang Qing, mengatakan bahwa Imlek melambangkan kebersamaan, kegembiraan, dan keharmonisan.
Merayakan Tahun Baru Imlek bersama merupakan contoh nyata kedekatan hati antara masyarakat China dan ASEAN, perpaduan peradaban, serta hidup berdampingan secara harmonis.
Masa depan komunitas China-ASEAN, harapnya, semakin erat, memancarkan vitalitas yang kuat, dan menjadi teladan dalam membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia.[JX/Win]


إرسال تعليق