Cahaya yang Mampir Sebentar

Oleh: Iman Sjahputra

JAKARTA - Mereka gemar Instagram, berpose bagai bintang layar lebar. Tanpa canggung, tanpa gentar, seolah dunia panggung adalah milik mereka.

Mereka sadar, akting bukan hanya hak artis dan aktor. Di dalam hati berbisik yakin, “Jika mereka bisa, aku pun bisa.”

Zaman bergerak cepat, dan mereka pun ikut melesat. Tak peduli kanan dan kiri, asal cahaya jatuh indah di pipi.

Di tepi senja atau sudut kota, cukup pemandangan yang memikat mata.

Satu potret, satu senyuman, bahkan tidur pun tampak menawan.

Itulah generasi instan, katanya tunas muda yang lahir di era digital; dunia kecil dalam genggaman, dan panggung besar bernama layar.

Namun kini layar kecil tak lagi milik mereka semata; yang tua pun turut bersua, bahkan generasi setelahnya tak mau tersisa.

Semua larut, kadang tersesat, dalam gemerlap cahaya maya.

Siapa tak iri melihat pesona yang terpancar?


Semua ingin tampil di muka layar, meski kerap lupa, panggung itu bukan selalu milik siapa pun— hanya cahaya yang singgah sebentar.***

Post a Comment

Klik di atas pada banner
Klik gambar untuk lihat lebih lanjut