Oleh: Iman Sjahputra
JAKARTA - Mungkin aku sudah lupa berapa kali aku ke Chengdu, ibu kota Sichuan.
Dua atau tiga kali, entahlah, tak benar-benar kuhitung.
Yang paling membekas hanya dua hal: hotpot khas Sichuan yang kaya rasa, dan panda-panda lucu yang jadi ikon kota ini.
Aku tertarik pada hotpot bukan karena ikut tren, meski memang sedang ramai di Jakarta.
Tapi karena banyak yang menyebut hotpot Chengdu sebagai salah satu hidangan terenak di dunia.
Bumbunya lengkap, penuh rempah, dan kuahnya menggoda lidah sejak suapan pertama.
Aku pun tak ragu meminta pemandu wisata mengantar ke salah satu restoran hotpot terkenal di kota ini.
Dari depan pintu, suara kuah mendidih terdengar samar seperti bisikan hangat yang mengundang.
Entah itu suara rebusan yang menari karena api, atau suara daging-daging yang menunggu untuk disantap dengan hormat. Mungkin keduanya.
Namun Chengdu bukan hanya soal rasa. Ia juga rumah bagi makhluk paling menggemaskan di dunia panda.
Tak hanya satu atau dua, panda di Chengdu bisa dihitung puluhan.
Di taman konservasi nasional, bibit panda terus dikembangkan dengan cermat.
Seiring waktu, beberapa negara ikut berpartisipasi dalam program untuk merawat hewan istimewa ini. Indonesia termasuk salah satunya, sebagai bagian dari proyek percontohan.
Hasilnya? Belum ada yang benar-benar jelas.
Yang penting, dengan cuaca yang cukup sejuk, panda-panda itu tetap punya tempat untuk berteduh dan tumbuh damai. Siapa yang bisa menyangkal kehangatan semacam ini?***
إرسال تعليق