Oleh: Iman Sjahputra
JAKARTA - Awalnya tak percaya Puffin, burung terkenal di dunia, terdapat di pulau Faroe.
Keberadaan Puffin memang menjadi daya tarik di pulau yang menjadi wilayah kerajaan Denmark itu.
Pemandu berusaha meyakinkan para pelancong, termasuk penulis, harus memanjat bukit di atas tebing. Kira-kira waktu pulang pergi 1,5 jam.
Tour guide mempertegaskan, tak usah khawatir mendaki. Apalagi jalan ke bukit tak terjal.
Tentu bisa naik dengan daya nafas kuat, sebab tidak terlalu menanjak. Jalan bukit sangat landai.
Itu sebabnya penulis mau mencobanya demi melihat hewan unik itu.
Burung Puffin seperti apa? Bentuknya bagaimana? Apakah ada di negara lain?
Semua tanda tanya ini mendorong intuisi penulis yakin bahwa “Bisa, Aku pasti bisa panjat dan jangan takut” You dare to go. Itulah dorongannya.
Langkah demi langkah menapaki bukit landai. Kanan kiri lautan Atlantik. Rasa takut muncul saat mendekati tepian bukit.
Viewnya sepanjang mendaki sangat indah. Seolah-olah alam ini tak terbatas.
Kemana saja mata memandang air lautan sangat jernih.
Memang dari jauh tak kelihatan ombak laut yang bergelombang.
Namun melihat ke ujung tepian bukit terdengar suara deburan ombak yang keras membentur dasar bukit. Itu tandanya laut yang bergejolak.
Rasa kagum akan pemandangan yang indah membuat deburan ombak tak menakutkan.
Meskipun faktanya laut itu dalam, tenang dan berbahaya. Ibarat pepatah tenang-tenang itu menghanyutkan.
Sudah hampir 1/2 jam mendaki untuk mencari burung puffin. Tapi dimana?
Di tebing bukit itu. Maju lagi dan jalan sedikit ke depan.
Hati merasakan takut dan khawatir mendekati, sebab kanan kiri bukit jurang dan lautan samudra.
Tapi, burung puffin itu membuat sarang di batu-batu tepian bukit.
Mereka sembunyi di dalam lubang kecil. Mereka bisa terdiri sepasang jantan betina ataupun sendiri-sendiri.
Yang pasti harus sabar menunggu. Karena ada waktu mereka mencari makan.
Biasanya si jantan terbang keluar mencari makan. Yang dicari ikan kecil setelah menyelam ke laut.
Sesudah mendapat ikan, mereka balik ke sarangnya di bukit yang terjal.
Di sarang itu menjadi tempat berteduh dan berlindung burung puffin kecil.
Mereka baru keluar setelah malam hari. Biasanya berkelompok, agar tidak dimangsa hewan predator.
Akhirnya burung puffin tampak, setelah mendaki 45 menint dan mendekati tepian puncak bukit. Tampak beberapa ekor puffin.
Warnanya tak seperti burung kebanyakan. Hitam putih dengan paruh tanjam berwarna orange.
Paruhnya berfungsi untuk mematok makanan dan sewaktu-waktu pemangsa mendekati, dia akan mematok dan mengusir dengan paruhnya.
Jumlah puffin yang terlihat tak banyak, karena bukan musim panas. Burung puffin berbondong-bondong terbang ke pulau Faroe pada bulan April.***








إرسال تعليق