Oleh: Iman Sjahputra
JAKARTA - Makanan ini tak asing di Asia. Bentuknya bisa panjang, pendek, gemuk, atau kurus, bergantung pada selera dan racikan pembuatnya.
Di sejumlah negara Asia, orang mengenalnya dengan nama youtiao atau cakwe.
Di Thailand, makanan ini disebut Chinese donut.
Meski namanya berbeda dan ukurannya tak selalu sama, kudapan goreng berwarna keemasan ini tetap memiliki daya tarik tersendiri.
Sederhana, tetapi akrab di lidah masyarakat Asia.
Di Thailand, tepatnya di Yaowarat, kawasan Chinatown Bangkok, ada sebuah lapak yang cukup terkenal setelah mendapat rekomendasi Michelin berkat cita rasanya yang baik dengan harga terjangkau.
Saya mencoba satu paket berisi sepuluh buah berukuran kecil.
Begitu digigit, terasa tekstur renyah di luar dan lembut di dalam.
Berbeda dengan cakwe yang biasa saya temui, yang cenderung lebih garing, Chinese donut ini menawarkan sensasi tersendiri di lidah.
Lapak ini semakin menarik perhatian setelah Chinese donut yang dijualnya mendapat pengakuan Michelin guide pada 2018 dan 2019.
Orang-orang yang lalu-lalang di Yaowarat pun dibuat penasaran.
Antrean panjang di depan lapak itu seolah memancing pertanyaan: sebenarnya, apa yang dijual di sana hingga begitu banyak orang rela menunggu?***






إرسال تعليق