Bhutan, Negeri yang Mendahulukan Kebahagiaan daripada Kekayaan

Oleh: Iman Sjahputra

JAKARTA - Sungguh, tak percaya masih ada negara yang lebih mengutamakan kebahagiaan daripada kekayaan. 

Apa yang menjadi ukurannya? Apakah orang yang mampu belum tentu bahagia, atau justru orang yang hidup sederhana lebih bahagia? 

Apakah Bhutan, negara yang menerapkan konsep Gross National Happiness (Kebahagiaan Nasional Bruto), lebih bahagia daripada negara lain? 

Belum tentu demikian jawabannya. 

Bhutan tidak hanya mengejar kekayaan, tetapi juga berupaya meningkatkan kesejahteraan sosial, menjaga lingkungan, dan menciptakan kenyamanan bagi masyarakatnya.

Sebagai negara kecil yang terletak di kawasan pegunungan Himalaya, Bhutan tentu menghadapi berbagai rintangan.



Namun, mereka tidak menolak kekayaan. Kekayaan bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Aku mengunjungi beberapa tempat di Thimphu, Paro, dan Punakha. 

Kesanku, kehidupan masyarakat di sana tampak sangat sederhana. 

Alat transportasi massal seperti bus tidak banyak terlihat di jalanan. 

Yang tampak justru taksi-taksi kecil, sebagian besar buatan India, yang mengangkut warga.



Itu pun tidak berjubel seperti di kota-kota besar. 

Banyak  warga tampak berjalan kaki sambil menikmati udara yang segar. 

Sepeda pun tidak terlihat besar jumlahnya, apalagi sepeda motor yang berkeliaran dimana-mana.

Apakah mereka memang berusaha menjaga lingkungan agar terhindar dari polusi? 

Pertanyaan itu menarik untuk direnungkan.




Mungkin, di balik kesederhanaan yang terlihat, ada cara pandang yang berbeda tentang kehidupan, kenyamanan, dan kemajuan.

Sebab, kemajuan suatu negara tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, gedung-gedung tinggi yang menjulang, ataupun kemudahan fasilitas yang tersedia.

Lebih dari itu, kemajuan juga harus tercermin dari kesejahteraan sosial dan kebahagiaan masyarakat secara menyeluruh. 

Pada akhirnya, kekayaan bukanlah satu-satunya ukuran kebahagiaan. 

Sebab, apa artinya kekayaan jika belum mampu menghadirkan kehidupan yang sejahtera dan bahagia bagi masyarakatnya***

Post a Comment

Klik di atas pada banner
Klik gambar untuk lihat lebih lanjut