Seandainya Ikan Sapu-sapu Hidup di Tempat Tak Tercemar

Jakarta, JIA XIANG - Ikan sapu-sapu menjadi perhatian Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Keberadaan ikan ini telah dianggap sebagai hama sehingga harus "dibasmi".

Fakta di lapangan, di kali-kali dan setu di Jakarta pasti terdapat ikan sapu-sapu. Jumlahnya pun sangat dominan dibanding ikan lainnya. Bisa jadi ledakan populasi ikan sapu-sapu di sungai-sungai Jakarta yang bikin resah warga sehingga menjadi perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ikan sapu-sapu di Jakarta pernah bikin heboh di tahun 1990-an. Ketika itu, ribuan ikan sapu-sapu di Kali Krukut yang melintas kawasan Pulo Raya, Jakarta Selatan, mati. Dari hasil penyelidikan aparat setempat, ikan sapu-sapu yang mati massal karena air kali itu sudah sangat tercemar.

Sejak itu, warga Jakarta mengenal ikan sapu-sapu karena pencemaran Kali Krukut menjadi berita utama surat kabar lokal maupun nasional.

Belakangan ikan sapu-sapu dikenal sebagai ikan yang mampu bertahan hidup di kali yang tercemar.

Tidak hanya kali, sungai dan setu di Jakarta. Kali,  sungai dan setu di kota-kota penyangga pun juga pasti terdapat ikan sapu-sapu.

Rencana Pemerintah Provinsi DKI untuk "membasmi" ikan sapu-sapu mendapat perhatian pakar IPB University. Pemerintah Provinsi DKI diingatkan  bahwa pendekatan tersebut belum cukup efektif jika dilakukan secara tunggal.

Pakar ikan dan konservasi ikan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Dr Charles PH Simanjuntak, seperti dikutip dari laman IPB University, menegaskan bahwa pengendalian populasi ikan sapu-sapu harus dilakukan secara terpadu. 

“Cara yang paling efektif adalah menggabungkan beberapa metode secara terpadu. Mulai dari pencegahan, penangkapan, hingga kontrol biologis,” ungkapnya.

Di laman itu juga dipaparkan bahwa ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) merupakan  spesies invasif dengan kemampuan reproduksi sangat tinggi. 

Dalam satu siklus, seekor betina mampu menghasilkan hingga 19.000 telur dan dapat berkembang biak beberapa kali dalam setahun.

“Satu ekor ikan jantan dapat membuahi dua ekor ikan betina. Ikan jantan akan menjaga telur di dalam liang yang mereka gali sampai menetas sehingga sintasan (persentase kelangsungan hidup) bisa mencapai lebih dari 90 persen,” papar Charles.

Tak hanya itu, ikan ini mampu bereproduksi pada ukuran yang masih kecil (23,9–28,99 cm untuk jantan dan 13,0–25,98 cm untuk betina), sehingga mempercepat siklus invasi.

Ikan ini juga bersifat omnivora dan memiliki kemampuan adaptasi tinggi terhadap berbagai sumber makanan. 

Maka tak heran bila ikan sapu-sapu mampu hidup di lingkungan yang tercemar. 

Kdlebihan itu membuat ikan sapu-sapu bernilai sebagai ikan tawar untuk menjaga kebersihan akuarium ikan hias air tawar.

Padahal bukan itu saja yang membuatnya bernilai. Ikan sapu-sapu sesungguhnya bisa dikonsumsi. Salah satu portal kesehatan mengulas bahwa daging ikan sapu-sapu punya kandungan gizi yang baik untuk tubuh.

Tapi karena citra ikan sapu-sapu hidup di tempat tercemar, tidak direkomendasi untuk dikonsumsi.

Seandainya ikan sapu-sapu hidup di lingkungan tak tercemar,  ceritanya akan beda.[JX/Win]

Post a Comment

Klik di atas pada banner
Klik gambar untuk lihat lebih lanjut