Rasa yang Tak Lagi Sama

Oleh: Iman Sjahputra

JAKARTA - Mungkin kini nasi campur sudah banyak dijumpai di mana-mana. Rasanya pun beragam. 

Apalagi, di zaman sekarang, banyak rempah digunakan dalam bentuk olahan, sehingga keaslian rasa perlahan bergeser, tak lagi sama seperti dahulu.

Barangkali pertanyaan pun mulai muncul: mengapa rasa nasi campur sekarang berbeda? 

Apakah resepnya telah berubah, atau mungkin ada bahan yang dikurangi sehingga menghadirkan cita rasa yang lain?

 

Bisa jadi itu hanya kesan, atau sekadar opini masing-masing orang.

Namun, ketika kita berharap menikmati nasi campur yang sama rasa yang dulu, rasa yang pernah kita nikmati bersama keluarga, bersama sahabat di masa lalu—sering kali yang datang justru rasa yang asing.

Dan di situlah, diam-diam, kita merasa kecewa.

Aku tak jarang teringat pada nasi nenek, nasi campur yang dahulu terkenal di Pematang Siantar.

Dulu, rempah dan bumbunya terasa lebih medok, kental, bahkan menusuk hidung—cita rasa yang kuat dan begitu melekat dalam ingatan. 

Kini, seolah ada yang berubah, namun sulit dijelaskan sepenuhnya. Mungkin rempahnya tak lagi sama, atau resepnya telah berganti. 

Tanti, sebagai cucu dari nenek yang dulu dikenal karena nasi campurnya, barangkali mencoba mempertahankan warisan itu dengan caranya sendiri. 

Namun waktu, rupanya, juga ikut mengubah rasa.

Dan mungkin, pada akhirnya, yang benar-benar berubah bukan hanya nasi itu, melainkan kita, yang menyimpannya begitu utuh dalam kenangan.***

Post a Comment

Klik di atas pada banner
Klik gambar untuk lihat lebih lanjut