PlayStation 6 Dikabarkan Rilis di 2029 Dukung Backward Compatibility

Jakarta, JIA XIANG - Tak bisa menunggu lebih lama tetapi ini sebuah kenyataan yang harus diterima bagi sebagian penggemar berat konsol PlayStation 6 yang dikabarkan akan rilis tahun 2029 dikarenakan harga RAM yang semakin tidak bersahabat.

Harga RAM mengalami lonjakan signifikan sekaligus mengalami dampak kelangkaan chip memori global yang pada akhirnya merembet ke perangkat konsol PlayStation 6 atau PS6 yang sedang berencana untuk mengembangkan konsol next-gen terbaru oleh Sony PlayStation.

Melansir Bloomberg, Sony dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menunda peluncuran console PlayStation 6 hingga 2028, atau bahkan 2029.

Sumber yang disebut sebagai “pihak yang familiar dengan keputusan perusahaan” mengklaim bahwa kenaikan harga RAM menjadi faktor utama di balik wacana tersebut. Industri gaming memang sudah lebih dulu merasakan dampaknya, dengan produsen GPU menaikkan harga atau bahkan menghentikan beberapa lini produk.

Satu hal yang mengkhawatirkan adalah adanya laporan yang mengklaim PlayStation 6 dan perangkat handheld PlayStation berikutnya dirancang dengan spesifikasi memori yang tinggi.

Apabila harga RAM terus melonjak, Sony diprediksi akan menghadapi dilema antara mempertahankan spesifikasi tinggi dengan harga tinggi atau menunda peluncuran demi stabilitas biaya produksi.  

 

Rumor konsol next-gen PS6 akan Ada Fitur Backward Compatibility untuk PS3

Tentunya ini masih menjadi bahan pembicaraan yang digadang-gadang PS6 akan mempunyai fitur game lawas yang mampu dimainkan kembali atau disebut juga backward compatibility yakni game PS3.

Fitur ini menjadi salah satu harapan bagi gamer yang mempunyai banyak piranti keras Blu-Ray dan bisa dimainkan di konsol next-gen PS6.

Dikutip dari Mixvale, Sony Interactive Entertainment baru-baru ini mendaftarkan dokumentasi teknis terbaru yang menunjukkan kemajuan signifikan dalam melestarikan sejarah video game di platform konsol masa depan mereka.

Catatan tersebut merinci pada metode emulasi perangkat keras yang kompleks serta memungkinkan judul-judul dari generasi sebelumnya berjalan secara native, termasuk katalog PlayStation 3 yang kompleks, tanpa memerlukan streaming cloud dari PS Network.

Langkah ini menunjukkan bahwa Sony PlayStation berupaya menyatukan rilisan selama tiga dekade ke dalam satu ekosistem domestik, yang bertujuan untuk menjadi penerus konsol pasar saat ini.

Kemungkinan untuk memasukkan disk lama atau mengunduh file digital yang dibeli bertahun-tahun yang lalu mengubah konsol menjadi pusat hiburan yang pasti. Sony tentunya akan mendapat penambahan nilai pada perangkat keras dan membangun loyalitas di antara konsumen yang memiliki sejarah panjang dengan merek konsol tersebut.

Yang pasti kita selalu berharap saja kepada Sony agar bisa menghidupkan kembali fitur backward compatibility pada game PS3, bila mana menurut penulis itu sudah cukup dari segi sejarah bagi kolektor fisik game lawas.[JX/bsd] 

Post a Comment

Klik di atas pada banner
Klik gambar untuk lihat lebih lanjut