Sup Ikan yang Membuat Pembelinya Kembali

Oleh: Iman Sjahputra

JAKARTA - Hidangan ini putih jernih. Kadang tampak seperti isinya susu, campuran yang membuatnya milky. 

Tapi kadang bening bersih, seolah masakan itu hanya direbus biasa. Padahal di dalamnya penuh tulang dan daging.

Sering juga terasa sedikit amis. Dagingnya digoreng lebih dulu, lalu dimasukkan ke dalam kuah yang bening. 

Kadang daging dan tulangnya direbus berjam-jam, sampai muncul rasa manis yang dalam.

Makanan ini cukup populer di Kuala Lumpur. Tak sedikit dijual di restoran maupun hawker center.

Di Kuala Lumpur, beberapa kali aku mencoba hidangan ini. Tak bosan aku menikmatinya: sup kental berwarna pucat, dengan rasa susu yang lembut dan manis yang dalam, seakan manis gula, mungkin karena rebusan tulang ikan yang lama, bercampur lobak dan sayuran sebagai pelengkap sup yang sempurna.



Aku tak tahu resep yang paling jitu. Tapi wangi sup kepala ikan selalu membuatku ingin kembali ke kedai yang sama. 

Lokasinya di Taman Cheras, tempat warga lokal singgah seperti sebuah kebiasaan.

Keramaian menjadi tanda: supnya enak dan sedap. Sekali datang, ia mengundangku untuk kembali.

Kedai itu bernama Hai Kah Lang Seafood Noodle. 

Kini ia pun punya sayap baru, di dekat Mall TRX—dan di sana, ia tetap ramai oleh kunjungan.***

Post a Comment

Klik di atas pada banner
Klik gambar untuk lihat lebih lanjut