Di Satu Kedai, Fuzhou, Sajian Guo Bian Hu Utuh Sendiri

Oleh: Iman Sjahputra

JAKARTA - Membuat masakan selalu menuntut kesabaran. Bukan karena kurang pintar, bukan pula karena alat yang tak lengkap, melainkan karena setiap adonan, setiap irisan, setiap uap yang mengepul memerlukan waktu untuk menemukan iramanya sendiri.

Ketelitian tidak lahir dari ketergesaan, juga bukan dari kepandaian. 

Ia tumbuh dari kesediaan untuk tinggal lebih lama bersama proses. 

Begitu pula rasa: ia tak bergantung pada bahan mahal, melainkan pada tangan yang sabar dan hati yang hadir di setiap langkah.

Di Fuzhou, China, aku memperhatikan seorang pelayan kedai yang tekun mengolah adonan. 



Kulit tepung beras yang tipis itu ia perlakukan dengan cermat—ditekan, direntangkan, dilipat kembali—hingga setiap lapisan menyerupai kertas halus yang nyaris tembus pandang.

Gerakannya sederhana, nyaris tanpa pamer. Namun justru di sanalah keanggunannya: pada ketenangan yang membuat adonan itu perlahan seakan bernyawa.

Aku menatapnya dan bertanya dalam hati: mengapa benda sesederhana ini terasa begitu penting?

Mengapa kulit tipis saja tak pernah cukup? 

Ia tak membutuhkan isi - polos tersembunyi agar benar-benar hidup. 

Saat digigit, kenyal dan lembut bertemu; bukan sensasi yang meledak, melainkan kepuasan yang tenang dan bertahan.



Ketika adonan itu masuk ke kuali dan mengambang di kuah kaldu hangat, rasa yang muncul tidak berhenti pada “enak”. 

Ia membawa cerita: tentang tangan-tangan yang ditempa oleh waktu, tentang tradisi yang dirawat tanpa banyak kata, tentang kasih sayang yang bekerja diam-diam.

Semua itu hadir, sederhana, di setiap suapan.

Guo Bian Hu, yang dalam keseharian sering bersanding dengan kerang, seafood di Fuzhou dapat berdiri sendiri. 

Ia tidak mencari pendamping. Ia mandiri, tegar menghadapi kunyahan warga.



Barangkali seperti itulah seharusnya sebuah hidangan dan mungkin juga hidup: tidak perlu selalu disanggah agar memiliki arti. 

Cukup utuh pada dirinya sendiri.***

Post a Comment

Klik di atas pada banner
Klik gambar untuk lihat lebih lanjut