Jakarta, JIA XIANG - Sejumlah batik peranakan, yang kebanyakan telah berusia tua, koleksi Museum Batik Pekalongan, Jawa Tengah, dipamerkan hingga hingga tanggal 10 Maret 2026.
Dimulai 11 Februari lalu, pameran digelar dalam rangka perayaan Tahun Baru Imlek.
Menurut Kepala Museum Batik Pekalongan Nurhayati Sinaga, pameran tahun dilaksanakan untuk kedua kalinya.
"Pameran batik peranakan ini menjadi cara kami menunjukkan akulturasi yang kuat antara beragam kebudayaan, khususnya di Kota Pekalongan, yang kehidupannya tidak hanya dipengaruhi budaya lokal Jawa, tetapi juga budaya China serta Arab," ujar Nurhayati seperti dikutip dari Xinhua, Jumat (20/2/2026).
Museum ini memiliki sekitar 50 koleksi batik dengan motif yang dipengaruhi budaya masyarakat China, mulai dari kain panjang, sarung, hingga kain persegi yang dipakai sebagai alas meja altar sembahyang, yang dalam bahasa Hokkien dikenal sebagai tokwi.
Pihak museum bekerja sama dengan kelenteng bersejarah di Kota Pekalongan yang telah berusia ratusan tahun.
Di ruang pameran, bertempat di kelenteng itu, tidak hanya menampilkan kain batik panjang, tetapi juga sebuah meja sembahyang milik kelenteng tersebut yang dihias dengan tokwi berbentuk persegi dan bermotif khas batik peranakan.
Melalui pameran batik peranakan ini menjadi salah satu bukti paling jelas dari sejarah panjang keberagaman budaya di Indonesia.[JX/Win]


إرسال تعليق