Ternyata Menu Sarapan Ini Bantu Cegah Turunkan Kolesterol Tinggi. Begini Kata Ahli.

Jakarta, JIA XIANG - Kolesterol sangatlah penting untuk pembuatan hormon, pembentukan sel, dan fungsi tubuh vital lainnya. Akan tetapi, terlalu banyak kolesterol jahat (LDL) bisa membahayakan tubuh.

Dikutip dari laman NY Post, penelitian terbaru menunjukkan bahwa diet jangka pendek dengan sarapan tertentu bisa menurunkan kadar kolesterol secara signifikan selama dua hari. Manfaatnya bahkan masih terasa hingga enam minggu kemudian.

Penelitian dilakukan oleh para ilmuwan di Universitas Bonn, Jerman dan melibatkan 32 pria dan wanita. Semua peserta mengidap sindrom metabolik, yaitu sekumpulan faktor risiko, seperti obesitas, tekanan darah tinggi dan peningkatan kadar glukosa darah, serta lipid darah. Secara bersamaan, masalah-masalah ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Para peneliti membagi peserta menjadi dua kelompok. Satu kelompok diinstruksikan untuk makan oatmeal tiga kali sehari selama dua hari. Oat direbus dalam air, dibolehkan dengan tambahan sedikit buah atau sayuran.

Secara keseluruhan, para peserta mengonsumsi sekitar 300 gram oatmeal per hari dan mengonsumsi sekitar setengah dari kalori yang biasanya mereka konsumsi. Peserta lainnya juga mengurangi asupan kalori mereka, tapi diberitahu untuk tidak makan oat.

Hasilnya, meskipun kedua kelompok mendapat manfaat dari pengurangan kalori, diet berbasis oat memberi dampak yang jauh lebih besar. Di antara para peserta, sampel darah dan tinja menunjukkan bahwa kadar kolesterol LDL turun sekitar 10 persen hanya dalam waktu 48 jam.

Rata-rata, berat badan mereka juga turun sekitar 2 kg. Selain itu, para peserta juga mengalami penurunan sedikit pada tekanan darah.

"Itu adalah pengurangan yang signifikan, meskipun tidak sepenuhnya sebanding dengan efek obat-obatan modern," kata, seorang profesor junior di Institut Ilmu Gizi dan Pangan di Universitas Bonn, Dr Marie-Christine Simon dalam pernyataan.

Menurut Simon, diet berbasis oat jangka pendek yang dikonsumsi secara teratur bisa menjadi cara yang bisa ditoleransi dengan baik untuk menjaga kadar kolesterol normal dan diabetes. Saat para ilmuwan meneliti lebih lanjut, mereka menemukan bahwa oat memengaruhi kolesterol melalui perubahan yang terjadi dalam perut.

"Kami dapat mengidentifikasi bahwa konsumsi oatmeal meningkatkan jumlah bakteri tertentu dalam usus ," katanya. 

Bakteri-bakteri ini mencerna gandum dan melepaskan produk sampingan. Beberapa di antaranya masuk ke aliran darah dan memengaruhi fungsi-fungsi tubuh tertentu.

"Hal ini tampaknya juga berlaku untuk beberapa produk metabolisme bakteri lainnya." tambahnya.

Manfaatnya terlihat paling kuat saat sejumlah besar oat dikonsumsi dalam jangka waktu singkat, bersamaan dengan pembatasan kalori. Bukan saat porsi yang lebih kecil dikonsumsi secara bertahap dalam jangka waktu tertentu.[JX/bsd]

Post a Comment

Klik di atas pada banner
Klik gambar untuk lihat lebih lanjut