Oleh: Iman Sjahputra
JAKARTA - Barangkali ini terdengar keterlaluan bagi sebagian orang: mencoba ramen berkali-kali di Jepang.
Apakah tak ada makanan lain selain ramen? Padahal banyak seafood dijajakan di sini segar dan tak mahal pula.
Mau apa lagi? Tinggal memilih lapak jualan, terutama di Tsukiji Market, Tokyo.
Aku suka menyusuri pasar seafood di pagi hari. Selain udara yang dingin, suasananya terasa segar.
Tak perlu khawatir masuk angin, karena pakaian tebal dan jaket sudah membalut badan. Apa yang susah.
Aku berjalan menyusuri lapak-lapak pedagang yang baru membuka dagangannya.
Mereka menata seafood di pajangan depan, ada ikan, kepiting, tiram, dan cumi-cumi.
Aroma segar mulai tercium asin, tawar, berpadu dengan wewangian panggangan arang.
Belum banyak pembeli yang antri. Mungkin karena masih pagi, warga lokal dan wisatawan belum ramai datang.
Di salah satu sudut kedai, terpampang papan kayu bertuliskan: “Ramen Oyster”.
Aku tersenyum kecil. Baru kali ini mendengar menu seperti ini. Oyster Ramen… kayak apa rasanya ya?
Seperti biasa di Jepang, mesin pemesanan menu sudah lumrah.
Hanya melihat gambar, membaca sekilas, bayar, dan transaksi selesai.
Aku memilih menu yang paling premium: kombinasi Oyster, telur, dan daging dengan porsi jumbo.
Menu ini memang yang paling komplit. Semangkuk ramen panas itu membuatku terperangah.
Bukan karena rasanya amis, tapi karena kuahnya sangat kental dan kaya rasa.
Supnya terasa penuh di lidah, dengan bumbu yang gurih, menyatu sempurna dengan tiram yang aromanya tajam.
Setiap suapan menciptakan sensasi laut yang nikmat, membuat mulut dan indera penciumanku larut dalam rasa.
Siapapun suka merasakan sup yang aromanya sedap.
Tak lupa ku catat kedainya siapa tahu ku akan balik kembali karena kuah yang enak.***








إرسال تعليق