Menikmati Sajian Khas Warung Bu Dermi yang Tersohor di Pasar Gede, Solo

Oleh: Iman Sjahputra

JAKARTA - Aku tak tahu persis, warung dawet ini kini telah dikelola oleh generasi ke berapa. Namun satu hal pasti, orang selalu mengingat namanya setiap kali berada di Kota Solo, Jawa Tengah.

Warung inilah penyaji dawet telasih yang tersohor di Pasar Gede, jantung pasar rakyat di kota budaya ini.

Hampir tak ada yang tak mengenal warung ini di Pasar Gede. Nama Bu Dermi telah melekat kuat, bukan sekadar sebagai penanda penjual, melainkan sebagai ingatan kolektif tentang rasa, tradisi, dan kesegaran dawet yang diwariskan dari waktu ke waktu.

Aku pun menyempatkan diri mampir ke pasar ini. Rasanya belum lengkap ke Pasar Gede tanpa melihat langsung keramaian di warung Dawet Bu Dermi. 

Jika ingin kebagian, sebaiknya datang pagi hari, sebab menjelang siang tak jarang dawetnya telah habis. Mendengar itu, rasa penasaran pun muncul.

Mencari lokasi warung dawet di antara deretan pedagang lapakan ternyata tak sulit. Petunjuknya sederhana: perhatikan saja antrean yang paling panjang. 

Satu per satu lapak kulewati, plang nama kuperhatikan, hingga akhirnya kutemukan satu lapak yang paling ramai, itulah warung Dawet Bu Dermi.

Kulihat seorang ibu sedang meracik dawet: santan, gula merah, dan tentu saja biji telasih.

Tangannya bergerak handal. Campuran bahan dipindahkan satu per satu ke mangkok  tanpa sekali pun ia mengalihkan pandangan, seolah penembak ulung yang sekali bidik langsung tepat sasaran. 

Mungkin sudah biasa dengan kehandalannya. Aku tak ragu cara raciknya.


"Semagkok campuran dawet tak perlu habiskan detik per detik. Dawet yang licin di mulut tak seperti dawet biasa yang agak keras. 

Dawet bu Derma boleh disebut dawet legendaris. Selain enak, dawet nya tak terlalu manis  di lidah.***

Post a Comment

Klik di atas pada banner
Klik gambar untuk lihat lebih lanjut