Saat Gentong Mengepul di Pasar Ngasem begitu Menggoda


Oleh: Iman Sjahputra

JAKARTA - Di Pasar Ngasem, Jogja, aku berjalan tanpa arah. Tujuanku hanya satu, mencari kuliner yang enak.

Lirik kanan–kiri, aku berusaha menemukan sesuatu yang menggugah selera. Harap-harap cemas, semoga saja bertemu makanan yang lezat.

Siapa yang tidak ingin merasakan makanan tradisional khas rumahan? Jajanan pasar begitu melimpah. 

Banyak kue buatan UMKM tersaji di setiap sudut, selalu siap menggoda siapa pun yang lewat.

Aku tertarik pada satu kedai yang kulewati. Merek tertulis Genthong Empal.





Aku tak tahu makanan apa ini? Masak di gentong membuatku tak segan melongok ke dalamnya yang lagi mengepul.

Mungkin ini hidangan yang enak. Aku tak jelas.

“Mau lontong?” tanya mas yang menjual. “Apa salahnya,” jawabku. Seteguk kuah kuning terasa asing. 

Ada rasa santan yang menyertainya, membuat hidangan ini berbeda dari yang biasa kucicipi. Manis, namun kuahnya tetap menggoda. 

Aku teringat kolesterol yang sedikit, sehingga makan pun tertahan karena santan memang bisa membuat enak sekaligus menimbulkan waspada bagi kesehatan.

Meskipun terasa asing, empal gentong yang dimasak pelan-pelan dengan api kecil ini tak mengecewakan aku yang pertama kali mencicipinya. 





Barangkali akan ada kali kedua aku menikmati Genthong Empal. Bisa saja empal, daging sapinya melunak dengan rempah-rempah yang kuat. 

Sedikit ketumbar membuat empal menjadi berbeda rasa. Itupun tak perlu juru koki yang andal, ibu rumah tangga pun bisa memasak dengan gaya yang suami suka. 

Aroma tentu akan mengikuti selera juru masak yang suka.***


Post a Comment

Klik di atas pada banner
Klik gambar untuk lihat lebih lanjut