Oleh: Iman Sjahputra
JAKARTA - Yaowarat, Bangkok, bukan sekadar kawasan Chinatown di ibu kota Thailand.
Kawasan ini merupakan jejak sejarah, budaya, dan adat istiadat yang tetap lestari hingga kini.
Di sini, masyarakat Tionghoa perantauan telah menetap selama ratusan tahun.
Warisan budaya Tiongkok masih terpelihara dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat, tak lekang oleh perjalanan waktu.
Peninggalan itu tidak hanya terlihat pada kelenteng-kelenteng klasik yang sarat nilai sejarah, tetapi juga pada tradisi dan budaya Tiongkok yang terus dijaga.
Perayaan Tahun Baru Imlek, pesta barongsai, serta berbagai kegiatan budaya selalu menghadirkan kemeriahan tersendiri.
Di tengah perubahan zaman, Yaowarat tetap mempertahankan budaya leluhur.
Saya menyaksikan karakter-karakter Mandarin yang terpampang di atas deretan toko yang setiap hari menjalankan aktivitas perdagangan.
Pemandangan itu menjadi bukti bahwa identitas dan warisan budaya Tionghoa masih melekat kuat dalam denyut kehidupan masyarakat Yaowarat.
Yang menarik, suasana jalanan tak pernah sepi dari hiruk-pikuk, seolah tak mengenal pagi dan malam.
Pada pagi hari, warga sibuk berdagang, sementara malam harinya, bagian depan deretan ruko dipenuhi lapak-lapak kuliner.
Saat berkunjung, kebetulan saya juga menyaksikan atraksi barongsai yang turut memeriahkan suasana jalanan.
Siapa sangka, aktivitas perdagangan dan kuliner ini dapat bertahan selama bertahun-tahun dan berkembang menjadi daya tarik wisata malam bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Thailand.
Negeri Gajah Putih ini selalu menyambut para tamu dari berbagai penjuru dunia.
Kehadiran wisatawan tentu turut menggerakkan perekonomian masyarakat dan meningkatkan devisa negara.***













Posting Komentar