Jakarta, JIA XIANG - Kulkas sering dianggap sebagai tempat paling aman untuk menyimpan berbagai macam makanan.
Biasanya setelah berbelanja banyak orang langsung memasukkan sayur, buah, roti, daging mentah sampai makanan yang baru matang ke dalam kulkas.
Tujuannya supaya makanan lebih awet dan tidak cepat basi.
Kebiasaan ini memang cukup umum dilakukan, tetapi ternyata tidak semua makanan cocok disimpan dalam kondisi dingin.
Ada beberapa makanan yang justru kualitasnya bisa menurun kalau terlalu lama berada di dalam kulkas.
Suhu dingin memang bisa membantu memperlambat kerusakan pada makanan tertentu.
Namun, setiap bahan makanan memiliki kebutuhan penyimpanan yang berbeda.
Ada yang membutuhkan suhu rendah, ada juga yang lebih cocok berada di suhu ruang dan ada pula yang hanya perlu dimasukkan ke dalam kulkas setelah dipotong atau kemasannya sudah dibuka.
Jadi, memasukkan semua bahan makanan ke kulkas bukan selalu menjadi solusi yang baik.
Karena itu pentingnya untuk memahami makanan apa saja yang tidak boleh dimasukkan ke kulkas dan bagaimana cara menyimpannya dengan benar.
Dengan memahami cara penyimpanan yang tepat, Anda bukan hanya bisa menjaga kualitas makanan, tetapi juga membantu mengurangi makanan yang bisa saja terbuang sia-sia.
Kentang
Kentang biasanya dibeli dalam jumlah cukup banyak sehingga orang ingin membuatnya bertahan lebih lama.
Salah satu cara yang sering dipilih adalah menyimpannya di kulkas.
Padahal, kentang utuh biasanya lebih cocok disimpan di tempat yang sejuk, gelap dan kering.
Tempat penyimpanan yang terlalu dingin dapat mempengaruhi karakter kentang.
Selain itu, kelembapan yang tidak sesuai juga bisa membuat kentang lebih cepat mengalami penurunan kualitas.
Roti
Roti bisa cepat keras jika disimpan di kulkas. Roti juga termasuk makanan yang sering salah tempat penyimpanannya.
Sebagian orang memasukkan roti ke kulkas karena takut berjamur.
Namun, suhu kulkas dapat membuat tekstur roti lebih cepat mengalami perubahan sehingga roti terasa lebih keras dan kurang lembut.
Kalau rencananya roti akan segera dimakan dalam beberapa hari, menyimpannya dalam wadah atau kemasan yang tertutup rapat pada suhu ruangan biasanya lebih praktis.
Pilihlah tempat yang kering dan tidak terkena panas berlebihan.
Jika roti yang ingin disimpan jumlahnya banyak dan ingin menyimpannya untuk waktu yang lebih lama, ruang pembekuan atau freezer dapat menjadi pilihan yang tepat daripada sekadar menyimpan roti di bagian pendingin biasa.
Kemudian, roti yang sudah beku dapat dicairkan kembali dengan didiamkan di suhu ruangan ketika ingin disantap.
Madu
Madu tidak perlu didinginkan. Madu seringkali dianggap akan lebih awet jika dimasukkan ke kulkas.
Padahal, madu tidak membutuhkan suhu dingin untuk penyimpanan sehari-hari.
Ketika berada di tempat yang dingin, madu dapat menjadi lebih kental dan mengalami pembekuan.
Kondisi tersebut belum tentu menunjukkan bahwa madu sudah rusak. Hanya saja, teksturnya mungkin menjadi lebih sulit dituangkan.
Makanan yang mudah rusak dan memang membutuhkan suhu rendah biasanya perlu disimpan di kulkas.
Contohnya adalah produk segar, makanan matang yang tidak mengandung bahan pengawet dan bahan makanan yang memiliki petunjuk penyimpanan khusus pada kemasan.
Sebaliknya untuk makanan kering, beberapa jenis buah dan sayuran serta bahan dapur tertentu biasanya dapat disimpan pada suhu ruang.
Namun, kondisi lingkungan juga harus diperhatikan. Suhu ruangan yang sangat panas atau lembab dapat membuat beberapa makanan lebih cepat rusak.
Jangan lupa membaca petunjuk penyimpanan pada kemasan.
Agar makanan lebih awet, jangan hanya mengandalkan kulkas. Kebersihan, wadah, suhu, kelembaban dan cara penanganan makanan juga sangat penting.
Tidak semua makanan boleh dimasukkan ke kulkas karena suhu dingin dapat mempengaruhi rasa, tekstur, aroma dan kualitas beberapa jenis makanan. [JX/Stella]


Posting Komentar