Oleh: Iman Sjahputra
JAKARTA - Kadang sebuah nama tak bisa menggambarkan fakta yang sesungguhnya.
Sebuah nama bisa menyimpan kisah, bercerita tentang sesuatu dari masa lalu, atau lahir dari kepercayaan dan keyakinan yang terus hidup hingga kini.
Di Punakha, Bhutan, ada sebuah kuil yang menyimpan kisah demikian.
Orang datang silih berganti, bukan karena kuilnya paling megah, juga bukan karena arsitekturnya paling wah di antara kuil-kuil lain di Bhutan.
Orang datang ke sini karena yakin bahwa doa-doa yang dipanjatkan bisa mendatangkan kesuburan.
Pasangan yang telah lama menantikan kehadiran seorang anak datang untuk berdoa, berharap suatu hari penantian mereka akan berbuah kebahagiaan.
Memang, sebagian dari mereka telah mendapatkan apa yang dinantikan.
Di kuil, aku melihat pasangan yang membawa bayi sambil memanjatkan doa.
Barangkali, inilah doa yang telah lama mereka nantikan untuk terwujud.
Lantas, mengapa disebut No Dogs Monastery?
Mungkin sebutan ini berkaitan dengan legenda seorang lama bernama Drukpa Kunley, yang konon menaklukkan iblis yang dikaitkan dengan seekor anjing.
Chimi Lhakhang seolah menyimpan kisah tersendiri tentang nama dan kenyataan.
Bukan berarti tak ada anjing di sini. Beberapa ekor justru terlihat tiduran di depan kuil, tanpa menghiraukan legenda yang menyertainya.***









Posting Komentar