Jakarta, JIA XIANG - Ada tiga waktu makan, yakni pagi, siang dan malam, yang secara rutin dijalani.
Biasanya makan pagi dilakukan sebelum beraktivitas di sekolah dan tempat kerja.
Makan siang dilakukan saat waktu istirahat. Biasanya dimulai jam 12.00 hingga pukul 13.00.
Sore hari menjelang petang saatnya makan malam. Biasanya pukul 19.00 waktu makan malam.
Tapi banyak yang mengabaikan tiga waktu makan itu. Ada banyak alasan yang dilontarkan. Umumnya beralasan kesibukan kerja atau belajar. Atau belum terasa lapar.
Padahal tiga waktu makan itu dimaksudkan agar tubuh tetap bugar hari demi hari.
Makan pagi akan jelas tujuannya bila merujuk pada istilahnya dalam bahasa Inggris, yakni breakfast.
Ada yang menjelaskan breakfast berasal dari kata break the fast (memutus puasa setelah tidak makan sepanjang malam saat tidur).
Dari penjelasan tersebut tujuan makan pagi terang benderang.
Saat waktu istirahat, makan siang bertujuan untuk pemulihan energi. Begitu pula saat makan malam.
Karena tiap waktu punya tujuannya, maka menu hidangannya beda-beda.
Para ahli kesehatan mengistilahkan pola makan. Disarankan agar menerapkan pola makan yang sehat mencakup semua unsur gizi yang seimbang sesuai kebutuhan tubuh.
Misalnya, selain karbohidrat sebagai sumber energi utama, tubuh juga membutuhkan sumber zat pembangun dan pengatur lainnya yang bisa didapat dari protein nabati (ikan, ayam, daging atau telur), dan protein nabati (tempe, tahu atau kacang-kacangan).
Gizi yang seimbang selalu diingatkan karena jika seseorang mengonsumsi makanan yang melebihi kebutuhan tubuhnya, ke depannya berisiko pada timbulnya penyakit, seperti jantung koroner, diabetes mellitus, hipertensi, arthritis, batu empedu, dan penyakit lainnya.[JX/Win]


Posting Komentar