Oleh: Iman Sjahputra
JAKARTA - Tak aneh, kadang-kadang dalam suatu perjalanan kita melihat hal-hal unik yang menimbulkan pertanyaan: mengapa begini dan begitu?
Apakah memang demikian kebiasaan yang diwariskan leluhur?
Seperti di Thimphu, ibu kota Bhutan, saya tidak melihat adanya lampu pengatur lalu lintas.
Mengapa demikian?
Apakah karena kebiasaan dan tradisi masyarakat setempat, sehingga kehadiran lampu lalu lintas otomatis dianggap belum perlu?
Ataukah mereka beranggapan bahwa sesuatu yang sudah berjalan baik tidak perlu diubah?
Ibarat pepatah, ala bisa karena biasa.***









Posting Komentar