Di Balik Beratnya Kira: Perempuan Bhutan Punya Alasan Tetap Bangga Mengenakan Warisan Leluhur

Oleh: Iman Sjahputra

JAKARTA - Modernisasi banyak memengaruhi kehidupan sosial masyarakat Bhutan. 

Kehadiran internet turut mengubah cara berpikir generasi muda, termasuk dalam memandang warisan budaya leluhur. 

Di tengah perubahan zaman ini, muncul pertanyaan: apakah tradisi masih perlu dilestarikan?

Salah satu contohnya adalah Kira, pakaian tradisional perempuan Bhutan yang hingga kini masih banyak dikenakan. 

Menariknya, pakaian yang bagi sebagian orang terasa cukup berat ini tidak hanya dipakai saat festival atau upacara adat. 

Di jalanan Paro, Thimphu, dan Punakha, perempuan Bhutan masih terlihat bangga mengenakan Kira, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun pada berbagai acara resmi.

Pemandangan ini menunjukkan bahwa modernisasi tidak serta-merta membuat masyarakat Bhutan melupakan tradisi dan adat leluhur. 

Meskipun pakaian modern bergaya Barat semakin dikenal di seluruh Bhutan, Kira tetap menjadi bagian penting dari kehidupan mereka. 

Bagi perempuan Bhutan, mengenakan Kira bukan sekadar kebiasaan, melainkan juga bentuk kebanggaan terhadap identitas dan warisan budaya bangsa.

Lantas, apakah beratnya Kira menjadi masalah? 


Bagi perempuan Bhutan, nilai budaya dan kebanggaan yang terkandung di dalamnya lebih berarti daripada sekadar beban pakaian. 

Mereka tetap mengenakannya sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur sekaligus menunjukkan jati diri bangsa kepada dunia. 

Sebab, bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai, menjaga, dan melestarikan budayanya sendiri.***

Post a Comment

Klik di atas pada banner
Klik gambar untuk lihat lebih lanjut