Oleh: Iman Sjahputra
JAKARTA - Kehadiran teknologi digital terasa memengaruhi kehidupan masyarakat di kota-kota besar seperti Thimphu dan Paro, Bhutan.
Buktinya, masyarakat di Paro tak lepas dari telepon seluler yang selalu digenggam.
Ke mana-mana, perangkat canggih itu menjadi teman setia, bagai sepasang suami istri yang tak pernah terpisahkan.
Perangkat canggih bukan hanya menjadi mainan anak muda.
Transaksi di pinggir jalan, termasuk di kalangan pedagang sayur-mayur dan cabai di pasar, juga mulai mengandalkan pembayaran digital melalui QRI yang memungkinkan transaksi nontunai.
Namun, ada satu hal yang menarik untuk direnungkan. Meski teknologi digital telah hadir, kehidupan tradisional di kota-kota besar Bhutan tetap bertahan.
Masyarakat masih melestarikan budaya setempat. Pakaian tradisional bukan hanya dikenakan saat festival.
Tak aneh jika kira dan gho, pakaian tradisional Bhutan, masih dikenakan oleh orang dewasa maupun anak muda dalam keseharian.
Menariknya, meskipun teknologi digital telah merambah ke mana-mana, merek-merek asing seperti McDonald’s, Burger King, Starbucks, Luckin Coffee, dan The Coffee Bean & Tea Leaf tak tampak dalam keseharian yang saya amati.
Hiburan anak-anak pun menarik untuk dicermati. Meski tangan mereka menggenggam perangkat canggih, mereka masih terlihat duduk dan menghabiskan waktu di warung-warung kecil.
Di tengah derasnya arus digital, Bhutan seolah memiliki jalannya sendiri.
Teknologi diterima, tetapi kehidupan masyarakat tidak serta-merta berubah mengikuti pola kota-kota besar di belahan dunia lain.
Merek-merek global yang akrab di banyak negara pun belum tampak menonjol dalam keseharian yang saya amati.
Apakah hal ini berkaitan dengan ukuran pasar Bhutan yang relatif kecil, pertimbangan bisnis, atau kebijakan investasi yang memiliki aturan tersendiri?
Barangkali, di sinilah menariknya Bhutan. Di tengah dunia yang semakin terhubung oleh teknologi dan merek-merek global, negeri ini masih memperlihatkan wajah lokal yang kuat.
Digitalisasi boleh merambah kehidupan masyarakat, tetapi tradisi dan karakter setempat tetap memiliki tempat tersendiri.***









إرسال تعليق