Oleh: Iman Sjahputra
JAKARTA - Kini Tiongkok bukan negara abal-abal. Dari sisi ekonomi, mungkin termasuk negara raksasa nomor satu atau kedua.
Tak terbantahkan, negara yang punya kekuatan ekonomi raksasa kini bukan hanya membangun kota di mana-mana.
Desa pun tak luput dari kejaran kemajuan.
Siapa nyana, dalam waktu singkat, kemajuan ekonomi membuat semua orang terkesima.
Bagai sulap tangan mengubah langit. Dalam sekejap mata, wajah negeri berubah.
Dari negara miskin, Tiongkok menjelma menjadi negara makmur.
Kota-kota tumbuh, desa-desa ikut bergerak, dan kemajuan terasa hampir di setiap sudut kehidupan.
Kini aku berada di kota Xi’an, salah satu kota yang merupakan bagian dari jalur sutra.
Xi’an tak hanya dibanggakan dengan stasiun kereta cepatnya. Besar dan nyaman, itu kesan utama.
Tak hanya Xi’an yang maju dalam pembangunan, hampir semua kota di Tiongkok saling mengejar kemajuan.
Yang menarik di Xi’an tak hanya yang kasat mata: gedung tinggi, airport dan stasiun-stasiun, kedai-kedai, serta keramaian yang tampak.
Barangkali filosofi yang tepat adalah masyarakat saling mengejar ketinggalan yang ada.
So, apa yang dicari negara Tiongkok now? Sebuah pertanyaan yang terjawab dalam beberapa tahun mendatang.***
















إرسال تعليق