Oleh: Iman Sjahputra
JAKARTA - Kisah Shao Lin bukan berasal dari film. Juga bukan dari media sosial.
Lebih-lebih dari TikTok, YouTube, atau Instagram yang menggema di mana-mana.
Tak ada tujuan khusus, apalagi minat yang direncanakan.
Hanya kebetulan waktu yang mengiyakan langkah untuk berkunjung ke Biara Shao Lin, sebuah nama yang sudah begitu terkenal di dunia.
Biara Shao Lin bukan sekadar kungfu, berlaga, atau jotos-jotosan.
Ia lebih dari itu. Hutan, pagoda, serta bukit dan pegunungan menjadi bagian dari kawasan ini.
Batu-batu pagoda yang jumlahnya mencapai 288 menjadi saksi sejarah beberapa kerajaan dan dinasti, dari Dinasti Song hingga Dinasti Qing.
Berkunjung ke sini, aku tak melihat biksu lagi bersemedi atau sedang mengolah tubuh.
Hanya patung-patung Buddha dan lainya diam dan tenang, yang seolah menunggu kesungguhan orang untuk bersujud.
Menariknya, banyak orang datang ke Shao Lin hanya untuk mencari ilmu kungfu.
Jika itu yang menjadi tujuan, rasa kecewa barangkali tak terhindarkan.
Sebab, Shao Lin ternyata menawarkan sesuatu yang lebih luas dari pada sekadar ilmu bela diri.***


















Posting Komentar