Semua Buah-buahan ada di Guangxi, termasuk Nangka Merah dari Indonesia

Jakarta, JIA XIANG - Buah-buahan dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara sangat banyak yang mengalir ke China.

Hasil pertanian tersebut sudah ditunggu pembelinya di Guangxi, China selatan. Berbagai buah dari kawasan Asia Tenggara yang diimpor ke China, sebagian besar masuk ke Guangxi.

Apa sebab? Guangxi, yang terkenal dengan julukan "keranjang buah"-nya China, secara geografis dekat dengan kawasan Asia Tenggara.

Memasuki pasar buah grosir ini, para pembeli disambut dengan keranjang-keranjang kecil berisi buah nangka merah utuh dari Indonesia, keranjang-keranjang berisi buah lengkeng dari Thailand, dan ada pula ceri dari Chile yang di kemas dalam kotak-kotak, serta kelapa segar dari Vietnam.

Pebisnis buah-buahan dalam kemasan di sana juga belanja di Guangxi.

Salah satunya buah lengkeng, pasti diborong para pedagang buah-buahan ASEAN.

Buah lengkeng yang dipetik dari kebun buah di Thailand dikirim ke pabrik pengemasan lokal pada hari yang sama untuk diproses dan dikemas.

Guangxi semakin sibuk menjelang perayaan yang menjadi hari besar di China, seperti Imlek.

Konsumen tidak hanya mencari pilihan buah-buahan segar untuk perayaan itu, tetapi juga mendambakan "sesuatu yang baru."

Misalnya buah durian dan srikaya. Dua buah-buahan itu diborong untuk dinikmati di kampung halaman saat perayaan Imlek.

Maka, petugas bea dan cukai tak kalah sibuk.

Bea Cukai setempat telah menetapkan jalur hijau khusus bagi produk pertanian dan mengoptimalkan sumber daya regulasi guna meningkatkan pengalaman proses perizinan bagi perusahaan-perusahaan.

Selain itu, badan bea cukai tersebut juga telah memperkuat koordinasi dengan laboratorium-laboratorium pengujian, mempercepat pengujian buah untuk memastikan impor dapat mengantongi izin bea cukai dalam waktu 24 jam, memenuhi permintaan pasar akan buah-buahan segar.[JX/antaranews.com/Win]

Post a Comment

Klik di atas pada banner
Klik gambar untuk lihat lebih lanjut