Oleh: Iman Sjahputra
JAKARTA - Lanzhou bukan sekadar kota yang dilalui jejak Jalur Sutra. Ia punya cerita sendiri.
Salah satu cerita yang paling melekat adalah Lanzhou Beef Noodles (兰州牛肉面)—mie tarik yang telah menjadi bagian dari identitas kuliner kota ini.
Bagi banyak orang, nama Lanzhou mungkin pertama kali terdengar lewat semangkuk mie sapi, dengan mie yang ditarik langsung menggunakan tangan.
Bukan sembarang tarik. Ada ilmu, teknik, dan keterampilan di balik setiap helainya.
Dengan gerakan tangan yang terlatih, si pembuat mie memisahkan adonan, menariknya berkali-kali hingga berubah menjadi helaian mie yang panjang dan halus.
Terlihat sederhana, tetapi tidak semua orang bisa melakukannya.
Ada proses yang harus dipelajari sejak awal, dilatih berulang kali, hingga akhirnya menjadi sebuah keahlian.
Dan dari semangkuk mie ini saya teringat satu hal: Setiap orang mungkin memiliki bakat yang terpendam.
Kadang kita hanya perlu menemukannya, melatihnya, lalu memberinya ruang untuk tumbuh.
Di sebuah kedai di jalan protokol Lanzhou, saya melihat sendiri seorang pembuat mie memperlihatkan kepiawaiannya.
Ia tidak sekadar mengolah adonan. Tangannya bergerak cepat dan terampil—menarik, memutar, dan melempar adonan berkali-kali, hingga akhirnya berubah menjadi helaian mie yang panjang dan tergulung sempurna.***








إرسال تعليق