Realisasi Kerja Sama Indonesia-China Manfaatkan Energi Baru Terbarukan

Jakarta, JIA XIANG - Indonesia kaya akan sumber daya energi terbarukan, termasuk tenaga surya, tenaga air, dan energi panas bumi. 

Sementara itu, China memiliki kemampuan industri yang kuat dalam manufaktur peralatan energi baru, pembangunan proyek, penyimpanan energi, dan pengoperasian digital.

Dua potensi itu menjadi peluang kedua negara untuk meningkatkan kerja sama untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah proyek energi baru yang melibatkan perusahaan China telah mulai beroperasi di Indonesia.

Proyek PV terapung Cirata di Jawa Barat yang dibangun oleh PowerChina memiliki total kapasitas terpasang 192 megawatt dan merupakan salah satu proyek tenaga surya terapung unggulan di Indonesia dan Asia Tenggara.

Proyek tersebut berhasil terhubung ke jaringan listrik dengan kapasitas penuh pada 2023 dan sejak saat itu memasok listrik bersih ke jaringan listrik Jawa-Madura-Bali.

Proyek tersebut juga berkontribusi terhadap pelatihan keterampilan dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat setempat

Pada 2024, proyek PV Karawang berkapasitas 100 megawatt di Indonesia yang dibangun oleh perusahaan China secara resmi diserahterimakan untuk dioperasikan. 

Proyek ini dapat menghasilkan lebih dari 150 juta kilowatt-jam listrik bersih per tahun, memenuhi kebutuhan listrik tahunan sekitar 112.000 rumah tangga, serta mengurangi emisi karbon dioksida sekitar 114.700 ton. 

Pembangunannya juga menciptakan lebih dari 1.000 lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Pada tingkat kebijakan, kerja sama energi baru antara China dan Indonesia juga terus mendapat dukungan. 

Dalam Forum Energi China -Indonesia ketujuh yang digelar pada September 2024, kedua pihak menyatakan akan memperkuat kerja sama di bidang energi terbarukan dan teknologi energi baru sembari memperkokoh kerja sama energi tradisional.

Kerja sama juga semakin meluas ke rantai pasokan industri energi baru. 

Pada Agustus 2025, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia Bahlil Lahadalia melakukan pembicaraan dengan perusahaan-perusahaan PV tenaga surya dalam kunjungannya ke China guna menjajaki perluasan kerja sama di bidang rantai industri dan ekosistem tenaga surya.

Ke depan, China dan Indonesia diharapkan terus mengakselerasi kerja sama di sektor energi baru, mulai dari pembangunan pembangkit listrik tenaga surya hingga pengembangan rantai pasokan dan manufaktur, seiring upaya Indonesia mempercepat transisi energi.[JX/antaranews.com/Win]

Post a Comment

Klik di atas pada banner
Klik gambar untuk lihat lebih lanjut