Peradaban Baru di Xining, Kereta Cepat Gantikan Unta di Jalur Sutera

Oleh: Iman Sjahputra

JAKARTA - Kota demi kota kulalui di Tiongkok, bukan dengan unta, tapi dengan kereta cepat yang melalang buana menyusuri Jalur Sutera.

Dari Xining, Qinghai, Jiayuguan, sampai kota Zhangye (张掖), Gansu.

Tak terbayangkan bagaimana dulu para biksu, pedagang, dan pengembara menempuh perjalanan panjang melalui jalur ini.

Berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan menuju satu kota, demi berdagang ataupun menyebarkan ajaran agama Buddha.

Tak terpikirkan pula bagaimana mereka mencari tempat teduhan di tengah gurun pasir, menghadapi angin, hujan, dan badai gurun yang tak terhitung. 

Belum lagi makanan dan bekal yang harus dibawa sepanjang perjalanan.

Semua kini telah berubah. Kereta cepat Tiongkok telah berkembang sedemikian rupa.

Tak boleh terlambat, bahkan dalam hitungan detik. Semua serba cepat.

Dan tiba-tiba aku berpikir, siapa tahu aku pun sedang bermimpi. 

Bagaimana mungkin perjalanan yang dahulu ditempuh berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan, kini kulalui dengan kereta cepat hingga sampai di Zhangye, salah satu kota di Jalur Sutera.

Dahulu mereka menempuhnya dengan unta. Hari ini, aku melintasinya dengan kereta cepat.***

Post a Comment

Klik di atas pada banner
Klik gambar untuk lihat lebih lanjut