Oleh: Iman Sjahputra
JAKARTA - Wisata Jalur Sutera, apa itu? Jalur Sutera adalah jalur perdagangan antara Timur dan Barat pada zaman kuno.
Kala itu, kegiatan perdagangan menjadi pertemuan antara Tiongkok, India, negara-negara Timur Tengah, dan Eropa.
Tiongkok menawarkan barang-barang seperti sutera, keramik, kertas, dan porselen.
India membawa rempah-rempah dan kapas, sedangkan Eropa membawa logam, anggur, dan barang-barang lainnya.
Selain barang dagangan, agama, budaya, dan makanan pun menjadi bagian dari pertukaran.
Maka, tak heran jika hingga kini peninggalan Jalur Sutera menjadi bagian penting dari sejarah.
Di Zhangye, sisa-sisa bangunan tua dan warisan budaya Jalur Sutera masih dilestarikan.
Salah satunya adalah Kuil Dafo (Dafo Temple), yang terkenal dengan patung Buddha berbaring.
Kuil ini telah berusia ratusan tahun dan menjadi salah satu tujuan wisata di Zhangye.
Sebutan “Buddha tidur” barangkali kurang tepat. Sebab, jika orang tidur, biasanya matanya tertutup.
Sementara itu, Buddha berbaring di Kuil Dafo digambarkan dengan mata terbuka.
Mungkin lebih tepat menyebutnya sebagai Buddha berbaring, yang menggambarkan Buddha dalam posisi beristirahat atau memasuki keadaan nirwana.
Karena itu, berkunjung ke Zhangye bukan hanya tentang melihat bangunan tua.
Di sana, kita dapat menyaksikan jejak pertemuan berbagai bangsa yang pernah terhubung melalui Jalur Sutera—sebuah warisan sejarah yang hingga kini masih dapat dirasakan secara nyata.***
















إرسال تعليق