Teatime: Sebuah Jeda

Oleh: Iman Sjahputra

JAKARTA - Suatu istilah tak selalu perlu ditafsirkan secara letterlijk. Kadang, maknanya bisa bergeser dari arti sebenarnya. 

Apalah arti teatime, me time, atau afternoon tea; seolah-olah istilah-istilah itu tak lagi sepenuhnya menampakkan arti yang sebenarnya.

Teatime, misalnya, secara harfiah berarti waktu untuk minum teh. Namun kini, teatime tak harus benar-benar diisi dengan minum teh. 

Maknanya bisa bergeser menjadi sebuah jeda dari kesibukan, sambil duduk santai, mengobrol, dan berbincang tentang sesuatu.

Kini, masyarakat di mana pun berada bisa merasakan penat dalam menjalani kehidupan.


Seharian bekerja dan bergelut dengan rutinitas tak selalu membuat hidup terasa menyenangkan. 

Ada kalanya kita membutuhkan sebuah pemberhentian, sekadar untuk menarik napas dan melepaskan sejenak beban pikiran.

Munculnya kopitiam, kedai kopi, dan kafe menjadi salah satu ruang yang menawarkan jeda itu.

Orang datang bukan semata-mata untuk menikmati secangkir teh atau kopi, melainkan juga untuk mencari suasana, berbincang, bertukar cerita, atau sekadar duduk diam menikmati waktu.

Aku cukup sering berhenti sejenak di tengah kopitiam. Satu per satu kedai kopi yang kudatangi menawarkan pengalaman yang berbeda. 


Di Malaysia, misalnya, ada berbagai kopitiam dengan karakter dan keunggulannya masing-masing, seperti Hock Kee, Oriental Kopi, PappaRich, dan Toast Box. 

Masing-masing mempunyai pilihan makanan, minuman, suasana, serta tingkat kenyamanan yang berbeda.

Hock Kee Kopitiam di Bukit Bintang, Kuala Lumpur, misalnya, menawarkan berbagai menu seperti butter croissant dan kaya toast. 

Menu-menu tersebut tentu memiliki versi dan cita rasa yang berbeda jika dibandingkan dengan yang ditawarkan Oriental Kopi atau kopitiam lainnya. 

Pada akhirnya, pilihan kembali kepada selera dan kenyamanan masing-masing.


Namun, ada satu makna yang tak luput dari keberadaan gerai-gerai tersebut: orang datang bukan hanya untuk makan dan minum. 

Ada yang datang untuk teatime, berbincang-bincang, bertukar cerita, atau sekadar melepaskan lelah setelah menjalani rutinitas.***

Post a Comment

Klik di atas pada banner
Klik gambar untuk lihat lebih lanjut