Tak Hanya Indonesia, Begini Mobil Listrik China Menguasai Pasar Terbuka Australia

Jakarta, JIA XIANG - Mobil listrik China tidak semata menguasai pasar di dalam negeri. Serbuannya ke berbagai negara tak terbendung.

Di Indonesia, serbuan itu ditandai oleh angka penjualan yang terus meningkat.

Pabrikan China seperti BYD, Geely, Jaecoo, Denza, GAC Aion hingga Wuling telah menjadi penguasa pasar mobil listrik Indonesia.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualannya hingga Juli 2026 mencapai 517.742 unit, yang artinya komposisi mobil listrik terhadap pasar mobil nasional telah mencapai sekitar 16 persen.

Australia pun menyambut baik kehadiran mobil listrik pabrikan China.

Asosiasi industri otomotif terkemuka Australia mengungkapkan bahwa produsen mobil asal China, khususnya yang berfokus pada kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV), mencatat pertumbuhan pesat di pasar Australia yang sangat kompetitif seiring mereka memenangkan kepercayaan konsumen negara itu.

Menurut data Federal Chamber of Automotive Industries (FCAI), penjualan EV di Australia meningkat signifikan tahun 2026, sementara kendaraan buatan China mencatatkan kinerja yang kuat di pasar mobil baru. 

Pada Februari lalu, China menjadi sumber pemasok kendaraan baru terbesar bagi Australia untuk pertama kalinya dalam periode satu bulan.

Peralihan menuju kendaraan listrik (electric vehicle/EV) rendah emisi merupakan tren yang tak terelakkan, dan pesatnya pertumbuhan merek otomotif China di Australia mencerminkan kemampuan mereka dalam memenuhi kebutuhan konsumen dengan produk dan layanan yang kompetitif, ujar Tony Weber, Kepala Eksekutif Kamar Industri Otomotif Federal (FCAI) seperti diberitakan Xinhua, baru-baru ini.

Australia, ujarnya, merupakan pasar yang sangat terbuka. "Pasar ini adalah pasar yang sangat kompetitif," ucap Weber.

Kondisi tersebut dimanfaatkan dengan baik produsen mobil listrik asal China dengan terus memperluas jaringan dealer, serta menyediakan layanan purnajual yang dibutuhkan konsumen,

Langkah tersebut semakin memperkuat kehadiran mereka di pasar Australia.

Selain itu, kepercayaan masyarakat Australia terhadap produk mereka pun semakin meningkat.

"Jika tidak ada langkah semacam itu, konsumen Australia tidak akan memiliki keyakinan tersebut. Mereka mungkin tidak akan membeli produk kendaraan China. Padahal, kini kita tahu konsumen Australia sudah membeli kendaraan-kendaraan China," kata Weber.

Data terbaru menunjukkan penjualan kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) dari seluruh sumber pelaporan mencapai 23.510 unit pada Juli 2026, atau mencakup 21,7 persen dari total pasar. 

Angka itu menandai dua bulan berturut-turut bagi BEV menyumbang lebih dari seperlima dari keseluruhan penjualan. Jika mencakup kendaraan hybrid, kendaraan "berteknologi elektrifikasi" mencakup 48,4 persen dari pasar kendaraan baru di Australia pada Juli.

Weber menyatakan dirinya "sangat optimistis" terhadap prospek EV di pasar Australia, seraya menekankan bahwa pengembangan infrastruktur pengisian daya juga "sangat krusial."[JX/antaranews.com/Win]

Post a Comment

Klik di atas pada banner
Klik gambar untuk lihat lebih lanjut