Jakarta, JIA XIANG - Jumlah robot humanoid yang diikutkan dalam "World Humanoid Robot Games" (WHRG) di Beijing, China, melonjak tajam.
WHRG perdana tahun 2025 menampilkan lebih dari 500 robot dari 280 tim yang bertanding dalam 26 nomor.
Tahun 2026, skala kompetisi berkembang secara signifikan dengan melibatkan 2.056 robot 1.301 pertandingan individual selama lima hari dari 666 tim yang berasal dari 16 negara.
Dibuka di "National Speed Skating Oval", Beijing, WHRG diagendakan berlangsung dari tanggal 22 hingga 26 Agustus 2026.
Perusahaan teknologi dan kelompok universitas dari berbagai negara antusias untuk menguji robot mereka dalam 50 nomor.
Sebanyak 30 nomor merupakan kompetisi olahraga, sedangkan 20 nomor lainnya merupakan nomor berbasis pekerjaan atau skenario kerja.
Dalam acara pembukaan, penonton yang hadir disuguhi sekitar 400 robot humanoid dengan berbagai pertunjukan.
"Teman-teman yang kami hormati. Mari kita bersama-sama menghadiri pesta besar teknologi dan olahraga tingkat global ini, selamat datang di dunia robot humanoid!" kata pembawa acara saat upacara pembukaan seperti dikutip dari antaranews.com, Selasa (25/8/2026).
Adapun suguhan pertunjukan di acara pembukaan antara lain sepak bola robot dengan robot menendang, mencari sudut tembak hingga selebrasi setelah mencetak gol.
Pertunjukan makin menarik saat adu kemampuan sepak bola antara manusia dan robot.
Ada pula pertandingan bela diri antarrobot dengan melakukan pukulan, tendangan hingga tendangan memutar; demonstrasi permainan tenis mini, tenis meja hingga lari cepat 100 meter.
Robot humanoid itu pun unjuk kemampuan berjalan dalam formasi, parade robot hingga perwakilan "atlet robot" mengucapkan sumpah seperti atlet Olimpiade.
Disebutkan oleh robot bahwa akan "mewujudkan aspirasi manusia, menunjukkan kekuatan teknologi, mengembangkan inovasi dan mendukung kehidupan bersama manusia dan robot".
Cabang olahraga yang dipertandingkan dalam WHRC antara lain adalah atletik, tenis meja, lari lintang, lompat, senam lantai, sepak bola, angkat besi, kickboxing, breakdance, cheerleading hingga estafet 4 x 100 meter.
Untuk menggerakan robot, ditentukan persyaratan otomatisasinya yang berbeda-beda.
Operator manusia diperbolehkan dalam nomor olahraga seperti lompat jauh dan kickboxing, sedangkan robot humanoid harus bertindak secara mandiri dalam cabang seperti breakdance, cheerleading, dan estafet 4 x 100 meter.
Sementara untuk kompetisi berbasis pekerjaan antara lain berbagai tugas perakitan perkakas listrik, penimbangan bubuk, pemasangan batu bata dan penyusunan balok, pemasangan paku, membuka tutup botol atau wadah, membuka kotak dan kemasan, mengambil kacang menggunakan pinset, serta menyambungkan kabel.
Menurut situs World Humanoid Robot Games, robot peserta diharapkan "menunjukkan keseimbangan sempurna antara kekuatan, kecepatan, dan fleksibilitas" dalam nomor olahraga, sedangkan nomor berbasis skenario akan menguji "fungsi dan kemampuan beradaptasi dalam lingkungan dunia nyata".[JX/Win]


إرسال تعليق