Char Siu dan Samcan, Dua Primadona selalu Berdampingan di Meja Makan Tiap Restoran di Guangzhou

Oleh: Iman Sjahputra

JAKARTA - Char Siu (daging babi merah) dan samcan (pork belly) merupakan hidangan yang hampir tak terpisahkan. 

Di berbagai restoran di Guangzhou, keduanya kerap dipajang berdampingan sebagai menu andalan. 

Selain disajikan bersama, mereka juga sering ditemani sahabat setia: ayam rebus dan bebek panggang.

Keempat hidangan ini menjadi favorit banyak pengunjung. 

Namun, bebek panggang kerap menjadi “bintang” promosi. 

Tidak jarang restoran menawarkan harga yang lebih murah bagi pelanggan yang memilihnya sebagai bagian dari paket atau menu spesial.


Tak jarang pula, keempat hidangan itu dipajang berjajar di etalase restoran, bukan hanya di Guangzhou, tetapi juga di berbagai negara Asia. 

Warna merah mengkilap pada Char Siu dan samcan tampak begitu mencolok, seolah sengaja mengundang perhatian setiap orang yang melintas.

Pemandangan itu bukan sekadar pajangan, melainkan daya tarik yang mampu membangkitkan selera sejak pandangan pertama.

Aku memilih mencicipinya di sebuah restoran lokal yang sederhana, tanpa bintang dan tanpa kemewahan. 

Namun, restoran itu telah lama dikenal karena kelezatan masakannya. 

Beragam menu tersaji menggoda selera, tetapi ada satu hidangan yang benar-benar memikat perhatianku: Char Siu.



Tanpa ragu, aku pun segera memesannya.

Mengapa hidangan ini begitu terkenal? Jawabannya terletak pada cita rasanya.

Dagingnya gurih, lembut, dan berwarna merah mengkilap yang menggoda selera. Proses pembuatannya pun tidak sederhana.

Setelah dimarinasi dengan aneka rempah dan saus khas, daging dipanggang perlahan di atas bara api kecil hingga bumbunya meresap sempurna dan permukaannya membentuk lapisan karamel yang harum. 

Di banyak restoran tradisional, proses pemanggangan ini bahkan dilakukan di hadapan pelanggan.

Saat disajikan, terdengar suara gemericik lemak yang menetes di atas permukaan panas, menghadirkan irama lembut laksana aliran air di kolam yang tenang.


Aroma panggang yang semerbak berpadu dengan warna merah mengkilap menjadikan hidangan ini bukan sekadar memanjakan lidah, tetapi juga memikat mata dan membangkitkan selera sejak suapan pertama.

Meski restoran yang kukunjungi bukanlah restoran mewah, cita rasanya begitu berkesan hingga membuatku ingin kembali mencicipinya saat berkunjung ke kawasan Tianhe, Guangzhou.***

Post a Comment

Klik di atas pada banner
Klik gambar untuk lihat lebih lanjut