Jakarta, JIA XIANG - Pasar otomotif di Indonesia masih didominasi mobil-mobil elektrik dari China.
Kepopuleran merek-merek China tsmpak dari jumlah penjualannya hingga pertengahan 2026.
Berdasar data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), volume penjualan grosir (wholesale) secara kumulatif meningkat 73,4 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada paruh pertama (H1) 2026, disertai kenaikan pangsa pasar.
Dalam keanggotaan Gaikindo, sebanyak 17 pabrikan otomotif asal China terdaftar sebagai anggotanya.
Sepanjang semester pertama tahun ini, sesuai data Gaikindo, wholesale kumulatifnya sebanyak 78.662 unit kendaraan.
Dengan kinerja tersebut, pangsa pasar merek-merek China dalam penjualan wholesale mobil nasional tahun 2026 meningkat menjadi 18 persen. Sedangkan tahun 2025, peningkatannya sebesar 12 persen.
Adapun dalam 10 besar brand mobil elektrik juga didominasi merek-merek China. Posisi teratas ditempati BYD yang diikuti Jaecoo di posisi kedua.
BYD mencatatkan penjualan 23.257 unit, atau meningkat 65 persen dari tahun sebelumnya.
Berkat pertumbuhan hingga dua digit ini, pabrikan asal China itu menjadi merek terlaris kelima secara nasional.
Adapun Jaecoo melaporkan penjualan 17.334 unit. Popularitas SUV listrik Jaecoo J5, dengan penjualan belasan ribu unit, membawa submerek grup Chery ini menjadi merek 'termuda' di daftar 10 merek terlaris nasional.
Dibilang termuda lantaran usianya yang belum genap dua tahun di pasar Indonesia.
Penjualan meningkat juga diraih Geely yang mencatatkan pertumbuhan 866 persen menjadi 8.424 unit.
Jetour juga melonjak 457 persen menjadi 1.525 unit. Pun GWM yang meningkat 177 persen menjadi 1.445 unit.
Brand-brand tersebut terus berupaya meningkatkan popularitas dan penjualannya dengan mengikuti pameran otomotif terbesar nasional, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), yang berlangsung dari tanggal 31 Juli hingga 9 Agustus 2026.[JX/Win]


إرسال تعليق