Mau Jadi Vegetarian? Ini yang Harus Kamu Ketahui Sebelum Memulai

Jakarta, JIA XIANG -  Pola hidup sehat semakin menjadi perhatian banyak orang dalam beberapa tahun terakhir. 

Tidak hanya rutin berolahraga, belakangan ini, banyak orang juga mulai memperhatikan makanan yang dikonsumsi setiap harinya. 

Salah satu pola makan yang semakin populer adalah vegetarian. 

Vegetarian merupakan pola makan yang menghindari konsumsi segala jenis daging, seperti daging sapi, ayam, kambing maupun ikan. 

Namun, tidak semua vegetarian memiliki aturan yang sama. 

Ada yang masih mengonsumsi telur dan susu, ada juga yang hanya menghindari mengonsumsi daging merah bahkan ada yang sama sekali tidak mengonsumsi produk hewani. 

Pilihan tersebut biasanya disesuaikan dengan tujuan, kebutuhan dan keyakinan masing-masing. 

Bagi sebagian orang menjadi vegetarian merupakan bagian dari ajaran atau nilai yang mereka yakini. 

Beberapa agama dan kepercayaan mengajarkan pentingnya menghormati semua makhluk hidup sehingga mengurangi atau menghindari konsumsi daging dianggap sebagai bentuk kasih sayang dan kepedulian terhadap hewan.

Setiap orang memiliki alasan yang berbeda untuk menjadi vegetarian. Sebagian ingin hidup lebih sehat dan mengurangi risiko berbagai penyakit. 

Sementara itu, sebagian lainnya memilih menjadi vegetarian karena alasan etika, yaitu mengurangi eksploitasi terhadap hewan. 

Apapun alasannya, menjadi vegetarian adalah keputusan pribadi yang sebaiknya dilakukan dengan persiapan yang matang agar tubuh tetap mendapatkan asupan nutrisi yang dibutuhkan.

Sebelum memulai, ada beberapa hal yang harus diketahui tentang vegetarian bahwa vegetarian memiliki beberapa jenis.

Misalnya, lacto-vegetarian yang masih mengonsumsi produk susu, ovo-vegetarian yang masih mengonsumsi telur, lacto-ovo vegetarian yang mengonsumsi keduanya serta vegan yang tidak mengonsumsi seluruh produk hewani. 

Memahami perbedaannya akan membantu kamu menentukan pola makan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup Anda. 

Perlu diketahui bahwa menghilangkan daging dari menu harian bukan berarti tubuh tidak lagi membutuhkan protein, zat besi, vitamin B12, kalsium, omega-3, zinc dan lainnya. 

Semua nutrisi tersebut tetap penting untuk menjaga kesehatan tubuh.

Karena itu, kamu perlu mencari sumber nutrisi pengganti dari makanan nabati atau produk lain yang sesuai dengan pola makan yang dipilih. 

Sebagai contoh, protein dapat diperoleh dari tahu, tempe, kacang edamame, kacang merah dan berbagai jenis kacang-kacangan. 

Zat besi bisa didapat dari bayam, kangkung, brokoli, kacang-kacangan, biji labu serta sereal yang telah diperkaya zat besi. 

Untuk membantu penyerapan zat besi, sebaiknya konsumsi makanan yang kaya vitamin C seperti jeruk, stroberi, jambu biji, kiwi atau paprika. 

Kalsium tidak hanya berasal dari susu, tetapi juga dapat ditemukan pada tahu yang diolah dengan kalsium, almond, wijen dan sayuran hijau.

Sementara itu, omega-3 dapat diperoleh dari biji chia dan kenari. 

Untuk zinc, Anda bisa mengonsumsinya dari kacang mete, biji labu, biji wijen, kacang-kacangan, oatmeal dan gandum utuh.

Perubahan gaya hidup tidak harus dilakukan secara sempurna sejak hari pertama. 

Menjadi vegetarian adalah proses belajar membangun kebiasaan baru. 

Tidak masalah jika sesekali masih melakukan penyesuaian. 

Terus berusaha menjalani pola makan yang lebih sehat secara konsisten adalah hal yang paling penting. 

Dengan persiapan yang baik, menjadi vegetarian dapat menjadi kebiasaan yang bermanfaat bagi kesehatan.[JX/Stella]

Post a Comment

Klik di atas pada banner
Klik gambar untuk lihat lebih lanjut