Hainan Mantap Wujudkan Komitmen China Kurangi Emisi Karbon

Jakarta, JIA XIANG - Target China untuk mengatasi polusi udara dengan mengurangi emisi gas rumah kaca segera direalisasikan di Hainan.

Provinsi pulau di China selatan itu menetapkan target untuk melarang penjualan mobil bermesin pembakaran internal (internal combustion engine) pada 2030.

Langkah tersebut menempatkan Hainan di garis depan transisi China menuju penggunaan kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV).

Pada 2030, seluruh kendaraan pribadi yang baru ditambahkan maupun yang menggantikan kendaraan lama, serta seluruh kendaraan baru dan kendaraan pengganti yang digunakan untuk layanan publik dan operasional komersial di Hainan, wajib berupa NEV.

Sesuai rencana,   Hainan akan membangun zona percontohan nasional untuk peradaban ekologis dalam kurun waktu 2026-2030.

Dalam kurun waktu itu, provinsi itu akan meningkatkan jaringan infrastruktur pengisian daya, dengan rasio kendaraan terhadap stasiun pengisian daya tetap di bawah 2,5 banding 1.

Rencana itu diusulkan pada tahun 2018. Hainan yang pertama kali mengusulkan target untuk melarang penjualan mobil berbahan bakar fosil pada 2030, menjadikannya daerah setingkat provinsi pertama di China yang mengumumkan target tersebut. 

Rencana terbaru itu menegaskan kembali bahwa Hainan terus secara bertahap mendorong pencapaian target tersebut.

Rencana itu memicu perbincangan daring karena dinilai sebagai konfirmasi terbaru atas komitmen China dalam mengurangi emisi karbon dan mengembangkan NEV, di tengah langkah sejumlah pihak di Barat yang mulai melonggarkan kebijakan hijau mereka.

Komisi Eropa, akhir tahun lalu, mengumumkan rencana untuk melonggarkan larangan efektif terhadap penjualan mobil baru bermesin pembakaran internal mulai 2035. Langkah itu dinilai sebagai kemunduran kebijakan yang signifikan.

Hainan telah mantap untuk mewujudkan komitmen China dalam mengurangi emisi karbon dan mengembangkan NEV.

Provinsi itu memiliki sejumlah keunggulan alami untuk mendorong penggunaan NEV. Proporsi energi bersihnya diperkirakan akan mencapai 80 persen pada 2030, didukung oleh tenaga nuklir dan gas.

Geografi pulaunya memudahkan perencanaan dan pengelolaan, sementara iklim hangat dengan variasi suhu yang kecil meningkatkan efisiensi NEV. 

Selain itu, kerangka kebijakan kompetitif Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan akan memberikan dorongan lebih lanjut bagi pengembangan NEV, kata wakil direktur divisi pengembangan dan pengawasan NEV dari departemen industri dan teknologi informasi Hainan, Yu Huan.

Diungkap bahwa hingga Oktober 2025, tingkat penetrasi NEV di Hainan telah mencapai 67,14 persen, yang berarti bahwa dua dari setiap tiga kendaraan yang baru terdaftar di provinsi pulau itu adalah NEV. 

Dalam lima tahun terakhir, provinsi itu masing-masing menempati peringkat pertama dan kedua secara nasional dalam hal penetrasi pasar NEV dan pangsa NEV dari total kepemilikan kendaraan.

Transisi pesat menuju penggunaan NEV di Hainan didukung oleh perubahan struktur energi di provinsi tersebut. 

Hingga akhir Juni 2026, kapasitas terpasang energi baru di Hainan, yang sebagian besar berasal dari tenaga surya fotovoltaik dan energi angin, mencapai 50,1 persen dari total kapasitas terpasang listriknya.

Dalam rencana 2026-2030, Hainan berkomitmen melakukan berbagai upaya guna meningkatkan pengembangan energi angin lepas pantai, menjajaki proyek tenaga angin-surya terintegrasi, dan membangun sejumlah proyek percontohan fotovoltaik lepas pantai.[JX/antaranews.com/Win]

Post a Comment

Klik di atas pada banner
Klik gambar untuk lihat lebih lanjut