Jakarta, JIA XIANG - Suara perut keroncongan sering kali dianggap sebagai tanda bahwa tubuh sedang lapar.
Padahal, bunyi yang muncul dari perut merupakan hal yang normal dan bisa terjadi kapan saja, bahkan setelah seseorang selesai makan.
Kondisi ini merupakan bagian dari proses alami sistem pencernaan yang terus bekerja sepanjang hari.
Otot lambung dan usus akan terus bergerak di saluran pencernaan untuk mendorong makanan, cairan maupun gas.
Gerakan tersebut menghasilkan getaran yang dapat menimbulkan suara dari dalam perut.
Ketika isi lambung sedang sedikit atau kosong, suara yang dihasilkan biasanya terdengar lebih jelas dibandingkan saat perut penuh.
Oleh karena itu, perut keroncongan tidak selalu menjadi pertanda bahwa Anda kelaparan dan harus segera makan.
Ada beberapa faktor lainnya yang dapat memicu munculnya perut bersuara.
Mengetahui penyebabnya dapat membantu Anda memahami kapan kondisi ini masih tergolong normal dan kapan sebaiknya mulai harus waspada.
Lapar memang menjadi penyebab paling umum, tetapi bukan satu-satunya hal yang menyebabkan perut bunyi.
Saat perut kosong, otak mengirimkan sinyal kepada sistem pencernaan untuk bersiap menerima makanan.
Otot lambung dan usus kemudian berkontraksi sehingga udara, cairan dan sisa makanan ikut bergerak dan menghasilkan suara.
Namun, proses yang sama juga tetap berlangsung setelah makan, karena tubuh sedang mencerna makanan yang masuk ke dalam perut.
Artinya, suara perut setelah makan pun masih termasuk kondisi yang normal.
Selain itu, penumpukan gas di dalam saluran pencernaan juga dapat membuat suara perut terdengar lebih sering atau lebih keras.
Gas biasanya terbentuk akibat makan terlalu cepat, mengonsumsi minuman bersoda, mengunyah permen karet atau mengonsumsi makanan tertentu seperti sayur brokoli, kol dan kacang-kacangan.
Di sisi lain, stres dan rasa cemas juga dapat memengaruhi kerja sistem pencernaan sehingga gerakan usus menjadi lebih aktif dan memicu suara keroncongan.
Jika perut keroncongan muncul meski tidak lapar, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk menguranginya.
Cobalah minum air putih secukupnya, makan cemilan ringan bila sudah lama tidak makan serta hindari makan terlalu cepat agar tidak banyak udara yang masuk ke saluran pencernaan.
Selain itu, batasi konsumsi makanan atau minuman yang mudah memicu gas, lakukan aktivitas ringan seperti berjalan kaki setelah makan dan kelola stres karena kondisi emosional juga dapat memengaruhi kerja sistem pencernaan.
Memahami berbagai penyebab perut keroncongan dapat membantu Anda lebih mengenali kondisi tubuh sendiri.
Jika suara perut muncul tanpa disertai keluhan lain, umumnya tidak perlu dikhawatirkan.
Meski umumnya tidak berbahaya, perut keroncongan yang terjadi terus-menerus disertai gejala lain seperti nyeri perut, muntah, diare berkepanjangan, BAB berdarah atau penurunan berat badan tanpa sebab, sebaiknya jangan diabaikan.
Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem pencernaan sehingga memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga medis.[JX/Stella]


إرسال تعليق