Oleh: Iman Sjahputra
JAKARTA - Restoran ini bukan kaleng-kaleng. Berdiri sejak tahun 1938, Nam Heong Chicken Rice telah lama dikenal sebagai salah satu ikon kuliner Malaysia.
Pilihan menunya pun cukup beragam, tetapi salah satu yang paling populer adalah nasi ayam Hainan.
Reputasinya semakin kuat setelah restoran ini mendapat pengakuan dari lembaga penilai kuliner internasional melalui penghargaan Michelin Bib Gourmand.
Ketika membaca informasi itu, muncul pertanyaan di benak aku: apa sebenarnya yang membuat restoran ini begitu istimewa?
Mengapa hanya meraih Bib Gourmand dan bukan bintang Michelin?
Rasa penasaran itulah yang akhirnya membawaku mampir ke cabangnya di Petaling Street, Chinatown, Kuala Lumpur.
Berbekal alamat yang kutemukan melalui promosi digital, aku berangkat untuk membuktikan sendiri keistimewaan restoran legendaris ini.
Sesampainya di sana, aku memesan beberapa menu yang diberi penanda Michelin: char siew, siew yok, ayam panggang, dan ayam rebus.
Dari semua hidangan itu, yang paling membekas di lidahku adalah siew yok dan char siew.
Kulitnya begitu renyah, sementara aroma panggangnya perlahan mengendap di indra penciuman.
Setiap potong daging yang kukunyah terasa lembut dan berair, dengan perpaduan rasa gurih dan manis yang seimbang.
Di situlah aku mulai mengerti mengapa Nam Heong Chicken Rice mendapat pengakuan Michelin Bib Gourmand.
Barangkali, penghargaan itu bukan semata-mata tentang kemewahan sebuah hidangan, melainkan tentang kemampuan menghadirkan cita rasa yang konsisten dan berkualitas dengan harga yang tetap bersahabat, tanpa menguras saku berlebihan.***











Posting Komentar