GAC Bersemangat Produksi Pesawat Listrik. Ini Proyeksi Marketnya

Jakarta, JIA XIANG - Mobil terbang elektrik atau pesawat listrik, yang diproduksi Guangzhou Automobile Group, bukan tanpa rencana target market.

Raksasa asal Tiongkok yang lebih dikenal dengan nama GAC sudah membidik para pembeli mobil listrik terbang bernama AirCab.

Sesuai target market, AirCab diproduksi sebagai pesawat electric Vertical Take-Off and Landing (eVTOL).

Diproduksi terbatas, sekitar 100 unit per tahun, AirCab telah memperoleh seluruh sertifikasi yang diperlukan untuk beroperasi secara komersial.

Pesawat eVTOL, yang juga dikembangkan di bawah merek mobilitas Govy, pun telah berhasil melewati program uji tabrak penuh. 

Dengan demikian, AirCab merupakan produk yang sudah siap digunakan, bukan sekadar konsep atau prototipe.

Badannya menggunakan material komposit serat karbon yang ringan, dan terdapat enam lengan yang memanjang dari kabin, masing-masing membawa sepasang baling-baling untuk menghasilkan daya angkat.

Detail teknis pesawat ini masih terbatas. Namun, GAC sebelumnya menyatakan bahwa AirCab dilengkapi baterai silinder berdensitas tinggi yang hanya memerlukan 25 menit untuk terisi penuh.

Belum ada informasi mengenai jarak tempuhnya, tetapi jangkauannya diperkirakan akan terbatas.

Walau GAC bersemangat merambah dari industri otomotif ke sektor penerbangan, tapi GAC tak berambisi mengembangkan AirCab sebagai eVTOL berkapasitas besar.

Tahun lalu, GAC menyelesaikan beberapa penerbangan demonstrasi di Kawasan Teluk Besar Guangdong-Hong Kong-Makau.

Dari situ memberikan gambaran mengenai pengguna utama pesawat listrik tersebut.

Untuk saat ini, perusahaan memproyeksikan pesawat listrik tersebut akan digunakan oleh operator pariwisata yang menawarkan layanan wisata udara.[JX/antaranews.com/Win]

Post a Comment

Klik di atas pada banner
Klik gambar untuk lihat lebih lanjut