Jakarta, JIA XIANG - Banyak orang mengira keinginan ngemil berarti tubuh sedang lapar.
Tubuh manusia ternyata tidak hanya makan karena membutuhkan energi.
Rasa ingin makan bisa muncul karena banyak hal lain, mulai dari kebiasaan, suasana hati sampai sekedar bosan.
Itulah kenapa kadang kita tetap ingin ngemil meski baru makan nasi lengkap dengan lauk.
Cemilan bukan lagi sekadar pengganjal lapar, tetapi sering dijadikan teman bekerja, menemani waktu santai atau bahkan menjadi bentuk self reward kecil setelah menjalani hari yang melelahkan.
Tanpa disadari, aktivitas kecil ini akhirnya jadi kebiasaan yang terus diulangi.
Menariknya lagi, tubuh dan otak kita ternyata punya hubungan yang cukup kuat dengan makanan.
Ada momen tertentu di mana makanan bukan hanya soal mengisi perut, tapi juga memberikan rasa nyaman, tenang atau bahkan dapat memperbaiki mood yang kurang baik.
Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab di balik kebiasaan ngemil, agar kita bisa lebih mengenali kebutuhan tubuh sendiri, seperti contohnya saat makan-makanan yang manis atau gurih, otak melepaskan hormon yang memunculkan rasa senang dan nyaman.
Hal ini membuat ngemil terasa menyenangkan, terutama ketika kita sedang merasa lelah atau stres.
Tidak heran kalau banyak orang tiba-tiba ingin makan snack setelah bekerja atau belajar dalam waktu lama.
Makan karena bosan, bukan karena lapar. Rasa bosan seringkali membuat seseorang mencari aktivitas yang bisa mengisi waktu dan ngemil menjadi pilihan paling mudah.
Inilah alasan kenapa orang cenderung membuka kulkas berkali-kali atau mencari snack saat sedang tidak melakukan apa-apa.
Apalagi kalau kamu punya kebiasaan ngemil sambil nonton atau bekerja, lama-lama otak akan menganggap dua hal itu harus selalu bersama.
Jadi meskipun sebenarnya tidak lapar, tubuh tetap merasa ada yang kurang kalau belum ngemil.
Kurang tidur ternyata juga memengaruhi keinginan ngemil.
Saat tubuh kelelahan, hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang menjadi tidak seimbang.
Akibatnya, tubuh lebih sering menginginkan makanan, terutama makanan manis atau tinggi kalori.
Kemudian melihat foto makanan di media sosial, melewati tempat makan atau mencium aroma makanan juga bisa langsung memicu rasa ingin makan.
Hal ini terjadi karena otak merespons visual dan aroma sebagai sinyal makanan yang menarik untuk dikonsumsi.
Perlu diketahui bahwa terkadang tubuh bisa merasa sulit membedakan rasa haus dan lapar.
Karena itu, banyak orang langsung mencari makanan saat merasa tidak nyaman, padahal sebenarnya tubuh hanya membutuhkan air putih.
Itulah kenapa sebelum mencari cemilan, ada baiknya mencoba minum air putih terlebih dahulu.
Karena dalam beberapa kasus, rasa ingin makan bisa berkurang setelah tubuh mendapatkan cairan yang cukup.
Ngemil sebenarnya bukan sesuatu yang buruk selama dilakukan dengan seimbang.
Justru yang menarik adalah bagaimana makanan ternyata bukan hanya soal kenyang, melainkan rasa tenang dan kenyamanan.[JX/Stella]


إرسال تعليق