Sukses Panen Tomat, Astronot China Yakin Sistem Budi Daya Aeroponik di Lingkungan Mikrogravitasi

Jakarta, JIA XIANG - Kejutan dibeberkan para astronot China ketika pesawat yang mereka tumpangi mengorbit di luar angkasa, pada Februari 2026 lalu.

Mereka tidak membawa hewan sebagai obyek penelitian. Di luar angkasa mereka bertanam tomat.

Pada bulan itu, saat China merayakan Festival Musim Semi 2026, para astronot masih bertugas dalam misi Shenzhou-21 di stasiun luar angkasa Tiangong.

Mereka menyampaikan ucapan Imlek dari langit. Tak hanya memberi ucapan selamat, para astronot memperlihatkan panen tomat yang melimpah dari budi daya di orbit.

"Kebun sayur luar angkasa" sekali lagi menunjukkan potensi kehidupan tanaman yang berkelanjutan di luar atmosfer bumi.

Dalam sebuah video yang dipublikasikan oleh China Media Group (CMG) pada Rabu (18/2/2026), astronot Zhang Hongzhang mengajak audiens di bumi untuk melakukan tur virtual ke tempat yang dia sebut sebagai "pojok penyembuhan" di Tiangong dan menunjukkan tanaman-tanaman tomat yang tumbuh subur.

Perangkat yang berfungsi memelihara tanaman-tanaman itu disebut sistem budi daya aeroponik, yang dikembangkan oleh tim peneliti dari Pusat Penelitian dan Pelatihan Astronaut China.

Cara kerjanya adalah mengubah air menjadi kabut halus. Metode tersebut dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi penggunaan air, jelas Zhang.

"Selain itu, sistem ini juga menggunakan spektrum cahaya LED yang dirancang khusus, yang sangat meningkatkan efisiensi energi. 

Hasilnya adalah tanaman-tanaman tomat yang tumbuh subur di luar angkasa seperti yang kita lihat di hadapan kita ini," katanya.

Perangkat aeroponik tersebut dikirim ke stasiun luar angkasa Tiangong menggunakan wahana antariksa kargo Tianzhou-9 pada Juli 2025. 

Laporan CMG mengungkapkan misi utamanya adalah memvalidasi teknologi-teknologi penting untuk budi daya tanaman yang efisien di lingkungan mikrogravitasi.

Data yang dikumpulkan akan menjadi dasar bagi misi luar angkasa jangka panjang di masa mendatang, di mana sistem pendukung kehidupan bioregeneratif bisa terbukti esensial.

Pemandangan dan aroma tomat yang ranum menjadi suguhan istimewa bagi semua astronaut di Tiangong.

"Lihatlah tomat-tomat ini. Warnanya sangat menggoda, dengan aroma segar yang samar. Setiap kali saya melewati area ini, saya ingin menarik napas dalam-dalam dan menikmati aroma segarnya," ujar astronot Wu Fei.

Lebih lanjut Wu bertutur, 'Saat ini, kami merawatnya setiap hari dan mencatat data pertumbuhannya. Data berharga tentang pertumbuhan tanaman di orbit ini akan menjadi referensi yang sangat baik untuk budi daya tanaman di luar angkasa di masa depan."

Penelitian itu lebih dari sekadar pengamatan. Para ilmuwan di bumi secara sistematis menggunakan fasilitas tersebut untuk menyelidiki berbagai aspek pertanian di antariksa, termasuk metode budi daya yang efisien, produktivitas buah dan sayuran, kapasitas regenerasi atmosferik tanaman serta protokol yang dioptimalkan untuk perawatan tanaman oleh awak.

Rencana mendatang untuk "kebun luar angkasa" Tiangong mencakup uji coba budi daya aeroponik gandum, wortel, dan spesies tanaman obat, yang secara bertahap memperluas keragaman tanaman yang dapat dibudidayakan di lingkungan orbit, papar laporan tersebut.

Ia melanjutkan, "Kami akan terus mendokumentasikan pertumbuhan tomat-tomat luar angkasa ini dan membagikan lebih banyak keajaiban ekosistem luar angkasa kepada semua orang."

Diluncurkan pada 31 Oktober 2025, perjalanan luar angkasa para astronot Shenzhou-21 telah melampaui 100 hari. Badan Antariksa Berawak China (China Manned Space Agency/CMSA) menyebut semua tugas, termasuk eksperimen ilmiah, pemeliharaan peralatan, dan manajemen kesehatan berjalan lancar.[JX/antaranews.com/Win]

Post a Comment

Klik di atas pada banner
Klik gambar untuk lihat lebih lanjut