Jakarta, JIA XIANG - Pekerjaan berisiko tinggi, seperti membersihkan kaca gedung pencakar langit atau harus melakukan perawatan kabel di laut dalam tidak perlu lagi dilakukan manusia.
Pengganti manusia sebagai pekerjanya sudah diproduksi oleh satu perusahaan teknologi di Provinsi Zhejiang, China timur.
Robot berteknologi canggih, produksi perusahaan itu, mampu bergerak dengan lincah tanpa mengenakan sabuk pengaman di ketinggian dinding baja vertikal sebuah tangki kimia.
Tak hanya itu. Si robot pun mampu mengoperasikan obor las dengan presisi di dalam laut.
Semua pekerjaan itu dilakukan robot yang dikendalikan dengan mudah oleh operator.
Hanya menggunakan satu lengan, sang operator mengendalikan robot canggih untuk melakukan pekerjaan berisiko tinggi. Sementara dengan lengan lainnya, operator memindai kerusakan secara teliti.
Kehadiran robot itu memperlihatkan penerapan nyata dari langkah terbaru China dalam persaingan teknologi global, yakni AI berwujud (embodied AI) untuk tugas-tugas industri berisiko tinggi.
Robot tersebut dirancang untuk menggantikan pekerja manusia di beberapa lingkungan paling berbahaya, mulai dari pabrik kimia yang menjulang tinggi hingga lambung kapal raksasa.
Sebelumnya, para pekerja harus bergantung di udara selama berjam-jam, diterpa angin dan terik matahari, serta menghirup debu hingga sesak," ujar Xu Huayang, pendiri dan CEO produsen RobotPlusPlus seperti dikutio dari Xinhua, Rabu (6/5/2026).
Kini, lanjutnya, seorang operator di ruang kendali yang sejuk, mengenakan kacamata VR, cukup menggerakkan pergelangan tangan.
"Robot di dinding akan menirukan gerakan tersebut dengan respons tingkat milidetik," ujarnya.
Bagian bawah robot, yang bobot 90 kilogram, berupa sasis beroda yang menempel secara magnetis, sehingga dapat bergerak stabil bahkan saat menopang beban setara orang dewasa.
Bagian atasnya dilengkapi dua lengan humanoid dengan 15 derajat kebebasan, memungkinkan robot beralih dengan mulus antara berbagai tugas seperti pengelasan, deteksi cacat, penghilangan karat, dan penyemprotan hanya dengan mengganti alat di ujung lengannya.
Kunci dari fleksibilitasnya adalah apa yang disebut Xu sebagai "otak", model AI berskala besar yang secara khusus dilatih untuk operasi khusus.
Model ini dilaporkan merupakan yang paling kaya data di China untuk jenisnya, dengan akumulasi waktu operasional lebih dari 100.000 jam dan jarak tempuh setara lebih dari separuh keliling Bumi.
"Setiap operasi di ketinggian adalah sebuah sampel data, dan setiap kumpulan data langsung digunakan untuk iterasi model," jelas Xu.
Siklus umpan balik "operasi sebagai pengumpulan data" ini memungkinkan robot menjadi lebih cerdas seiring penggunaan praktis, dengan mengintegrasikan AI ke dalam lingkungan fisik yang ekstrem.
Robot pendeteksi kabel bawah laut yang dikembangkan di dalam negeri baru-baru ini juga mulai digunakan.
Bertindak sebagai "pengintai" bawah air, robot ini dapat secara otonom memeriksa kabel hingga kedalaman 300 meter.
Bekerja bersama kapal permukaan (surface vessel) nirawak, robot ini meningkatkan efisiensi inspeksi hingga sepuluh kali lipat dibandingkan metode manual konvensional, sekaligus memperkuat keamanan jaringan energi dan komunikasi laut dalam China.[JX/antaranews.com/Win]


إرسال تعليق