Oleh: Iman Sjahputra
JAKARTA - Awalnya hanya ingin melihat-lihat di Kim Yong Market, Hat Yai, Thailand.
Siapa tahu ada camilan, dim sum, atau pakaian yang menarik perhatian di antara deretan toko yang padat dan ramai.
Niat awal bukan untuk belanja, apalagi makan. Namun, siapa yang mampu menolak aroma harum yang mengepul dari kukusan bambu di sudut pasar?
Siomai, kaki ayam, hakau, hingga bakpao tersusun rapi, seolah baru saja diangkat dari kukusan.
Asap hangat menari di udara pagi, menggoda lidah yang sejak tadi pura-pura kuat menahan lapar.
“Mari bos… hangat-hangat… baru buka lapak!” seru seorang penjual sambil tersenyum lebar.
Dan begitulah… niat “cuma lihat-lihat” di pasar perlahan berubah menjadi sarapan dadakan.
Mungkin karena tak tega melihat para penjual begitu semangat menawarkan dagangan pagi-pagi, hati pun luluh untuk mencoba siomai, kaki ayam, hakau, dan bakpao mungil itu.
Tak ada penyesalan setelah mencicipi sarapan sederhana tersebut.
Meski disantap di pasar, cita rasanya tak kalah dengan hidangan hotel berbintang lima.
Siapa yang tak tergiur? Walau jajanan kaki lima ini tak pernah mendapat rekomendasi Michelin, mereka tetap bertahan, eksis dari masa ke masa, dan selalu punya tempat di hati para penikmat kuliner.***














Posting Komentar