Jakarta, JIA XIANG - Panel surya menjadi perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Untuk di wilayah Jakarta yang terpencil, seperti di Kepulauan Seribu, pengadaan listriknya bisa mengandalkan perangkat panel surya. Pulau-pulau tempat warga bermukim tidak sepenuhnya mengandalkan pembangkit tenaga disel yang berbahan bakar solar.
Di negeri yang sepanjang tahun berkecukupan cahaya matahari, seharusnya bisa memanfaatkannya sebagai sumber energi listrik.
Untuk penerangan taman-taman kota, atau jalan-jalan lingkungan bisa menggunakan lampu bertenaga surya.
Masyarakat perkotaan yang semakin sadar akan pentingnya kelestarian lingkungan berupaya memanfaatkan energi baru terbarukan.
Hal itu tampak dari desain gedung-gedungnya yang sebesar mungkin memanfaatkan cahaya mentari untuk penerangan ruangan pada siang hari.
Rumah warga pun bisa didesain ramah lingkungan dengan menempatkan panel surya pada atapnya.
Penggunaan panel surya berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan. Dengan memanfaatkan energi matahari, rumah-rumah ini dapat beroperasi dengan efisiensi yang lebih tinggi.
Rumah ramah lingkungan telah dikembangkan dengan banyak model dan karakteristik unik.
Belum banyak, memang, rumah ramah lingkungan yang memanfaatkan energi matahari dengan panel surya. Sebab, perangkat ini tidaklah murah.
Tapi, penggunaan panel surya bisa lama. Usia pakainya bisa lebih kurang 25 tahun.
Investasi awal panel surya cukup besar di awal. Namun penghematan biaya listrik akan terasa dalam perjalanannya.[JX/Win]



إرسال تعليق