Oleh: Iman Sjahputra
JAKARTA - Makanan yang benar-benar enak sejatinya tidak memerlukan rekomendasi dari lembaga mana pun.
Bukan karena sombong atau angkuh, melainkan karena masyarakat yang menikmatinya sendiri mampu menilai mana rasa yang sedap dan berkualitas.
Lembaga penghargaan pada dasarnya hanyalah bentuk pengakuan dan dokumentasi.
Namun, sering kali masyarakat menganggap bahwa penilaian dari lembaga seperti Michelin Guide, Yelp, atau Tripadvisor otomatis menjamin kualitas rasa masakan sebuah restoran atau kedai.
Bintang dan penghargaan yang disandang kemudian dipandang sebagai ukuran utama kenikmatan makanan.
Padahal, rasa tetaplah pengalaman yang paling jujur.
Lidah masyarakatlah yang pada akhirnya menentukan apakah sebuah makanan layak dikenang, dirindukan, dan dicari kembali.
Aku kebetulan mencoba satu jenis makanan di tiga kedai berbeda di sebuah food court di Penang.
Ketiganya menyajikan kue tiaw goreng dengan racikan yang berbeda mulai dari penggunaan belacan, variasi bumbu, hingga teknik memasak masing-masing kedai.
Hasilnya menghadirkan cita rasa yang tidak sama.
Siapa yang terbaik? Jawabannya tidak sederhana.
Bisa jadi semuanya memiliki keistimewaan dan ciri khas tersendiri.
Karena itu, menentukan mana rasa yang paling enak menjadi hal yang sangat subjektif, meskipun mereka menggunakan bahan dari pemasok yang sama.
Pada akhirnya, rasa bukan hanya soal standar atau pengakuan, tetapi tentang pengalaman.
Setiap orang membawa selera, ingatan, dan cara menikmatinya masing-masing.***








إرسال تعليق