Oleh: Iman Sjahputra
JAKARTA - Nama kedainya Socrates, seorang filsuf dan pemikir Yunani kuno. Aku tak begitu paham mengapa nama itu dipakai.
Apakah hanya kebetulan, atau justru pemilik kedai ini memang gemar bertanya, sebagaimana seorang filsuf?
Dulu, aku pernah bertemu Pak Benny, pemilik kedai Socrates, ketika berada di Pasar Beruang.
Kami berbincang sambil menikmati secangkir kopi hangat.
Ia banyak bercerita tentang biji kopi—mulai dari asalnya, cara pengolahan, hingga cita rasa yang dihasilkan.
Obrolannya mengalir santai, namun penuh makna. Dari secangkir kopi sederhana, ternyata tersimpan proses panjang yang sering luput dari perhatian.
Ia juga menjelaskan tentang kopi robusta dan arabika, serta kaitannya dengan kondisi lambung.
Saat itu, ia mengajakku mampir ke kedai kopinya di Jalan Airlangga. Kebetulan aku datang pada pagi hari ini, sekitar pukul 10.00.
Ruangan kedainya tampak dipenuhi nuansa benda-benda zaman dulu.
Salah satu yang menarik perhatian adalah rak seperti perpustakaan kecil, penuh dengan buku-buku pajangan, seolah menandakan bahwa pemiliknya gemar membaca.
Mungkin itulah sebabnya Benny menamakan usahanya “Socrates”. Aku pun mencoba kwetiau beras goreng vege yang disajikan di sana.***















Posting Komentar