Oleh: Iman Sjahputra
JAKARTA - Tak diketahui pasti kapan usaha ini mulai berdiri—mungkin sejak setengah abad yang lalu.
Yang jelas, kini Nasi Galung telah memasuki generasi kedua dan berkembang ke berbagai daerah.
Bagi masyarakat Sumatera Utara, khususnya Pematang Siantar, nama ini tentu tidak asing lagi.
Nasi Galung dikenal sebagai salah satu kuliner khas Siantar yang melegenda.
Aroma khas tauco dengan sentuhan cabai hijau selalu menggugah selera.
Ditambah dengan pilihan lauk seperti ayam goreng dan ikan pare, serta sayur kol berwarna kuning yang menjadi ciri khasnya, hidangan ini menghadirkan kenangan tersendiri.
Bagi siapa pun yang pernah mencicipinya, Nasi Galung bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari memori masa lalu yang mengundang untuk kembali datang dan menikmatinya.
Aku pun hampir selalu memesan mi sebagai pelengkap di atas nasi.
Kadang, jika tersedia, jengkol dan rendang sapi menjadi tambahan yang semakin memperkaya cita rasa dan menyempurnakan kenikmatan hidangan ini.
Boleh jadi, Nasi Galung bukan hanya soal rasa. Di kota sejuk Siantar, Galung telah menjadi ikon—kenangan masa kecil dengan pedas cabainya yang menusuk hingga ke relung hati.***










Posting Komentar