Kawula Muda Waspadalah terhadap GERD. Ini Gejala dan Pemicunya

Jakarta, JIA XIANG - GERD kepanjangan dari Gastroesophageal reflux disease bisa dialami kalangan muda.

Penyakit ini terasa di pencernaan lantaran asam lambung atau isi perut lainnya kembali naik ke kerongkongan.

Bila gangguannya sudah  parah di bagian dada terasa seperti terbakar.

Mereka yang terindikasi GERD, gangguan ini terus berulang setidaknya 2 kali seminggu atau sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.

Sebuah studi oleh World Health Organization pada 2021, menunjukkan bahwa sekitar 10 persen hingga 15 persen remaja mengalami GERD. Kelompok usia rentang 15-27 juga disebut sebagai yang memiliki risiko paling tinggi terjangkit.

Kondisi ini banyak dipengaruhi oleh kebiasaan anak muda yang kerap mengonsumsi makanan cepat saji, minuman berkafein tinggi, serta kecenderungan begadang. 

Tanpa disadari, kebiasaan tersebut perlahan mengganggu dan merusak ritme kerja sistem pencernaan mereka.

GERD terjadi ketika otot sfingter esofagus bagian bawah atau lower esophageal sphincter (LES) mengalami penurunan fungsi. Otot ini berperan sebagai katup penutup di perbatasan antara kerongkongan dan lambung.

Dalam kondisi normal, LES akan mengendur untuk memungkinkan makanan dan minuman masuk ke lambung, lalu kembali mengencang setelah proses tersebut selesai. 

Penutupan ini berfungsi mencegah isi lambung naik kembali ke kerongkongan.

Namun, pada penderita GERD, LES kerap mengendur pada waktu yang tidak seharusnya sehingga asam lambung sering kali dapat dengan mudah mengalir balik ke kerongkongan dan menimbulkan berbagai keluhan yang tidak nyaman.

Berikut ini beberapa hal yang menyebabkan GERD:

-Obesitas

-Kehamilan

-Hernia hiatal atau tonjolan lambung ke rongga dada yang mengganggu fungsi LES

-Merokok

-Langsung berbaring usai makan

-Melewatkan waktu makan

-Makan dalam porsi besar

-Mengonsumsi makanan dan minuman yang dapat meningkatkan produksi asam lambung seperti makanan berlemak, pedas, asam, dan minuman mengandung kafein.

-Mengonsumsi alkohol berlebih

Untuk mengatasinya, Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan gastroenterologi–hepatologi FK UI RSCM Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH menyarankan penderita mengubah gaya hidup dengan pola makan yang baik dapat mengurangi keparahan GERD.

Penderita harus olahraga teratur, menurunkan berat badan agar tidak obesitas, tidur cukup, dan mengelola stres.

Dia menandaskan, GERD dapat sembuh jika  penderita mengurangi faktor risiko penyebabnya dan melakukan pengobatan sampai tuntas.[JX/antaranews.com/Win]

Post a Comment

Klik di atas pada banner
Klik gambar untuk lihat lebih lanjut