Terkenal dengan Aneka Mi, Benarkah Hidangan Ini Berasal dari China?

Jakarta JIA XIANG - Mi di China tidak hanya terbuat dari tepung gandum.

Di Guangxi ada mi beras Shengzha. Hidangan ini merupakan makanan khas tradisional di Guangxi yang sangat digemari oleh penduduk setempat maupun wisatawan.

Menarik memang mencermati sejarah mi di China.

Pada tahun 2005 ada sebuah penelusuran yang akhirnya menemukan bukti ditemukannya mangkuk mi purba di situs arkeologi Lajia, China. Mangkuk ini terbukti sudah berusia 4000 tahun lebih.

Dalam tulisan kuliner lain, dikatakan bahwa penemuan tulisan kuno soal mi berasal dari Dinasti Han Timur, yang ada di sekitar tahun 25 dan 220 Masehi.

Jen Lin Liu, pemerhati dan penulis kuliner asal Amerika, melakukan perjalanan selama enam bulan di rentang akhir tahun 2010 dan 2011 untuk menemukan sejarah kelahiran mi yang lebih akurat.

Berdasar penelitian dalam perjalanan tersebut, dia yakin bahwa dokumentasi pertama soal mi memang berasal dari China, di masa 200 atau 300 sebelum Masehi., " begitu papar 

Liu, yang penulis buku On the Noodle Road, juga berani memastikan bahwa bangsa China jugalah masyarakat dunia yang pertama kali mencicipi sajian mi.

Tapi berdasar perjalanan tersebut, bisa dia pastikan jika mi buatan China terbang dan mempengaruhi kuliner Jepang, Asia Tengah hingga Turki.

Kini, mi merupakan nama standar sebuah bahan pangan olahan. Dalam perkembangannya, sajian yang berbentuk mirip tali panjang ini diberi nama unik oleh berbagai macam masyarakat atau kebudayaan.

Namun semuanya berwujud hampir sama, yaitu serupa untaian tali panjang, meski ada yang berbentuk diameter bulat kecil atau pun lebar dan pipih.

Perbedaan nama juga didasari oleh perbedaan bahan baku, bentuk, juga cara pengolahan. Seperti ada yang terbuat dari terigu, tepung beras, tepung buckwheat, tepung kacang hijau, dan masih banyak lagi varian gandum lainnya. 

Kembali tentang mi beras Shengzha, keahlian dalam pembuatan mi itu telah dicantumkan dalam daftar warisan budaya takbenda tingkat regional Guangxi.

Terbuat dari bahan-bahan alami, mi diproduksi melalui proses yang teliti dan memakan waktu selama beberapa hari yang meliputi pemilihan beras, fermentasi beras, penggilingan hingga menjadi pasta, pemerasan untuk membuang kelebihan air, pengukusan, dan pengulenan adonan.

Tahap yang menentukan adalah mencetak adonan langsung ke dalam air mendidih hingga membentuk untaian mi, yang kemudian segera diangkat dan disajikan bersama berbagai bumbu untuk menghasilkan cita rasa yang segar.[JX/Win]

Post a Comment

Klik di atas pada banner
Klik gambar untuk lihat lebih lanjut